28 January 2021, 14:39 WIB

Palestina Kutuk Israel Bongkar Masjid di Tepi Barat


Nur Aivanni | Internasional

PENJABAT menteri urusan agama Palestina mengutuk pembongkaran masjid oleh Israel pada Rabu (28/1) di Tepi Barat yang diduduki.

"Ini adalah kejahatan dan serangan secara terang-terangan terhadap perasaan umat Islam," kata Hussam Abu al-Rub dalam pernyataannya.

Al-Rub juga meminta dunia Arab dan Muslim untuk campur tangan guna menghentikan serangan Israel.

Dengan menggunakan buldoser, pasukan Israel menghancurkan masjid yang sedang dibangun di kota Umm Qusah di selatan Hebron dan beberapa bangunan di Tepi Barat.

Pasukan Israel juga meratakan bangunan peternakan di Khamis al-Jahalin di timur Yerusalem, kata seorang saksi mata. Dua fasilitas peternakan lain dihancurkan di komunitas Bir al-Maskoub di Yerusalem Timur yang diduduki.

Warga Palestina mengatakan semua bangunan yang dihancurkan terletak di Area C. Di bawah Perjanjian Oslo 1995 antara Israel dan Otoritas Palestina, Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dibagi menjadi tiga bagian, yaitu Area A, B, dan C.

Israel mencegah warga Palestina melakukan proyek konstruksi di beberapa bagian Tepi Barat yang ditetapkan sebagai Area C berdasarkan perjanjian tersebut. Area C berada di bawah kendali administratif dan keamanan Israel. Area C saat ini menjadi rumah bagi 300.000 warga Palestina.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai wilayah yang diduduki dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di sana ilegal. (Daily Sabah/OL-14)

BERITA TERKAIT