28 January 2021, 12:13 WIB

AS akan Kembali ke Kesepakatan Nuklir Jika Iran Penuhi Komitmennya


 Nur Aivanni | Internasional

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, pada Rabu (27/1), mengatakan bahwa AS hanya akan kembali ke kesepakatan nuklir Iran setelah Teheran memenuhi komitmennya.

Pada hari pertamanya sebagai diplomat tertinggi AS, Blinken mengonfirmasi kesediaan Presiden Joe Biden untuk kembali ke kesepakatan yang dihancurkan oleh pendahulunya, tetapi menolak tekanan Iran agar Amerika Serikat bertindak lebih dulu.

"Iran melanggar kepatuhan di sejumlah bidang. Dan itu akan memakan waktu, seandainya Iran membuat keputusan untuk kembali patuh, saatnya bagi kami untuk menilai apakah Iran memenuhi kewajibannya," kata Blinken dalam konferensi pers.

"Kami belum sampai di sana, setidaknya," ucap Menlu AS.

Mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang dinegosiasikan di bawah mantan Presiden AS Barack Obama dan malah menjatuhkan sanksi hukuman kepada Iran.

Iran pun menanggapi dengan mengurangi kepatuhannya terhadap kesepakatan tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

"Presiden Biden dengan sangat jelas mengatakan bahwa jika Iran kembali memenuhi kewajibannya di bawah JCPOA, Amerika Serikat akan melakukan hal yang sama," kata Blinken.

Tetapi Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif telah menuntut agar Amerika Serikat terlebih dahulu mematuhi dengan mengakhiri sanksi yang dijatuhkan Trump, yang mencakup upaya besar-besaran untuk mengakhiri ekspor minyak Teheran. Para pejabat Iran khawatir bahwa Amerika Serikat tidak akan memenuhi keringanan sanksi, bahkan jika Teheran melanjutkannya. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT