26 January 2021, 15:07 WIB

AstraZeneca Ingkar Janji, Uni Eropa Keluarkan Peringatan


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

UNI Eropa mengancam untuk memblokir ekspor vaksin covid-19 buatan AstraZeneca ke sejumlah negara di luar blok tersebut.

Langkah itu menyusul sikap AstraZeneca yang dinilai gagal memberikan penjelasan atas kekurangan dosis vaksin yang dijanjikan perusahan kepada negara anggota Uni Eropa.

Negara anggota Uni Eropa tidak sepakat dengan rencana terbaru distribusi vaksin dari AstraZeneca. Tepatnya, setelah perusahaan farmasi asal Inggris itu memberikan informasi kepada Komisi Eropa bahwa ada kekurangan dosis vaksin yang signifikan.

Awalnya, Uni Eropa diperkirakan menerima 100 juta dosis vaksin pada kuartal I 2021. Namun, blok tersebut dikhawatirkan hanya akan menerima setengah dari jumlah yang ditargetkan. Padahal, Uni Eropa telah melakukan pembelian dalam jumlah besar di muka. Tepatnya sebelum otorisasi vaksin oleh Badan Pengawas Obat Eropa (EMA).

Baca juga: WHO Peringatkan Pembagian Vaksin antara Negara Kaya dan Miskin

Dalam pembicaraan sengit dengan Kepala Eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menegaskan perusahaan harus memenuhi kewajiban dalam kontrak. EMA diharapkan mengesahkan vaksin buatan AstraZeneca pada akhir pekan ini.

“Dia (von der Leyen) menjelaskan bahwa AstraZeneca harus memenuhi ketentuan dalam kontrak pembelian vaksin,” jelas juru bicara von der Leyen.

“Dia mengingatkan bahwa Uni Eropa sudah menginvestasikan modal yang besar di AstraZeneca. Untuk memastikan bahwa produksi ditingkatkan, bahkan sebelum otorisasi pasar bersyarat diberikan oleh Badan Pengawas Obat Eropa,” imbuhnya.

Komisaris Kesehatan Uni Eropa Stella Kyriakides membuat pernyataan di televisi untuk mengungkapkan kekeceawaan atas tindakan AstraZeneca. Dia menegaskan bahwa penjelasan perusahaan sejauh ini tidak memuaskan.

Baca juga: UE Nilai Inggris Terlalu Terburu-buru Beri Izin Vaksin Covid-19

“Diskusi dengan AstraZeneca berujung pada ketidakpuasan dengan kurangnya penjelasan yang memadai,” bunyi cuitan Kyriakides setelah diskusi dengan eksekutif AstraZeneca.

“Negara anggota Uni Eropa sudah meminta AstraZeneca untuk memberikan perencanaan rinci terkait pengiriman dan distribusi vaksin ke negara anggota. Pertemuan lain akan diadakan pada Rabu depan untuk membahas masalah tersebut," pungkasnya.

Polemik itu telah meningkatkan tekanan pada Komisi Eropa. Misalnya, terkait kritik lambannya peluncuran program vaksinasi covid-19 di negara anggota Uni Eropa, jika dibandingkan dengan Inggris dan Amerika Serikat.

Inggris sudah menyuntikkan lebih dari 10 dosis vaksin covid-19 per 100 penduduk. Namun menurut data Airfinity, sebuah perusahaan analisis yang berbasis di London, Uni Eropa hanya memberikan kurang dari dua dosis vaksin per 100 penduduk.(Guardian/OL-11)
 

 

BERITA TERKAIT