25 January 2021, 03:45 WIB

11 Penambang Diselamatkan setelah Dua Minggu di Bawah Tanah


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

TIM penyelamat Tiongkok berhasil menarik 11 penambang emas dari lubang tambang ke tempat yang aman pada Minggu (24/1), 14 hari setelah mereka terjebak akibat ledakan bawah tanah. Rekaman dari CCTV menunjukkan penambang pertama yang diselamatkan dengan penutup mata hitam di matanya diangkat dari lubang tambang di pagi hari.

"Penambang itu sangat lemah," kata CCTV di situs Weibo-nya. Petugas penyelamat membungkus pria itu dengan selimut sebelum membawanya ke rumah sakit dengan ambulans. Selama beberapa jam berikutnya, 10 penambang dari bagian berbeda di tambang, yang telah menerima makanan dan persediaan dari petugas penyelamat minggu lalu, dibawa keluar secara berkelompok.

Satu orang terluka, sementara beberapa lain terlihat berjalan, didukung oleh petugas penyelamat dan mengenakan kain hitam menutupi mata mereka, sebelum meninggalkan lokasi dengan ambulans.

Sebanyak 22 pekerja terperangkap sekitar 600 meter di bawah tanah di tambang Hushan akibat ledakan 10 Januari di Qixia, wilayah penghasil emas utama di bawah administrasi Yantai di provinsi Shandong pesisir. Seorang penambang dilaporkan meninggal dunia.

Para pejabat mengatakan pada Kamis bahwa dibutuhkan dua minggu lagi untuk membersihkan sumbatan sebelum mereka dapat mengebor poros untuk mencapai kelompok 10 orang itu. Tim penyelamat telah berjuang melawan kondisi sulit untuk membantu para pekerja sejak ledakan bawah tanah di tambang mengurung mereka di bawah tanah di tengah air yang naik.

Kontak pertama kali dibuat seminggu yang lalu dengan sekelompok 11 penambang terperangkap di bagian tambang sekitar 580 m di bawah permukaan. Salah satu dari mereka terluka parah dalam ledakan awal dan dipastikan tewas setelah menderita cedera kepala dan jatuh koma.

Tim penyelamat telah menurunkan makanan, obat-obatan, dan perbekalan lain melalui beberapa lubang penyelamat yang dibor ke dalam batu. Detektor kehidupan dan larutan nutrisi telah diturunkan ke bagian lain tambang untuk menemukan penambang lain yang hilang.

"Penambang pertama yang diselamatkan ditemukan di bagian yang lebih dekat ke permukaan daripada bagian tempat kelompok pertama berada," lapor CCTV. Rekaman media pemerintah pada Minggu menunjukkan beberapa bor tinggi sedang mengebor ke bawah tanah. Penambang lain diyakini terperangkap sendiri, 100 m lebih jauh di bawah.

Sembilan penambang lain belum terdengar sejak ledakan terjadi, sehingga mengecilkan harapan. Kecelakaan pertambangan sering terjadi di Tiongkok. Industri ini memiliki catatan keselamatan yang buruk dan peraturan tidak ditegakkan. Pada Desember lalu, 23 pekerja tewas setelah terjebak di bawah tanah di kota barat daya Chongqing. (CNA/OL-14)

BERITA TERKAIT