22 January 2021, 02:20 WIB

Dua Serangan Bom Bunuh Diri di Baghdad Tewaskan 32 Orang


Widhoroso | Internasional

KORBAN tewas dalam dua serangan bom bunuh diri di Kota Baghdad, Irak, Kamis (21/1) bertyam,bah menjadi 32 orang. Selain itu, ratusan orang lainnya mengalami luka dalam serangan paling mematikan di Irak dalam tiga tahun terakhir tersebut.

Serangan pertama terjadi di sebuah pasar yang terletak di kawasan Tayaran Square, Baghdad. Pelaku serangan meledakan bom rompi yang dibawanya. Saat orang berkerumun untuk memberikan pertolongan, serangan kedua terjadi.

Otoritas di Irak menyebut, korban kebanyakan tewas ditempat. Sedangkan korban luka langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Serangan ini menjadi serangan paling berdarah di Baghdad sejak Januari 2018. Saat itu, pelaku bom bunuh diri melakukan serangan di lokasi yang sama dan menewaskan 30 orang.

Belum ada pihak yang menyatakan bertanggungjawab atas serangan kali ini. Namun diyakini ini merupakan serangan kelompok jihadis yang terkait Islamic State.

Presiden Irak Berham Saleh menyatakan ini merupakan tindakan biadab. Namun ia menegaskan pemerintah akan tetap berdiri teguh melawan upaya-upaya untuk membuat Irak tidak stabil.

Pempinan Geraja Katolik Sedunia, Paus Fransikus, yang berencana mengunjungi Irak pada Maret mendatang, menyesalkan serangan ini dengan menyebut sebagai sebuah tindakan brutal yang tidak masuk akal.

Kutukan keras juga dilontarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa mengutuk keras serangan itu. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengeluarkan seruan kepada rakyat Irak untuk menolak setiap upaya untuk menyebarkan ketakutan dan kekerasan yang bertujuan merusak perdamaian, stabilitas dan persatuan.

Sedanghkan Uni Eropa menyebut serangan itu tidak masuk akal dan biadab" dan menegaskan kembali dukungan penuhnya kepada otoritas Irak dalam perang melawan ekstremisme dan terorisme. (AFP/OL-15).

BERITA TERKAIT