21 January 2021, 16:53 WIB

Dua Bom Bunuh Diri Guncang Pasar Baghdad


Mediaindonesia.com | Internasional

KORBAN dalam dua bom bunuh diri di pasar terbuka Baghdad, Irak, pada Kamis (21/1) pagi, mencapai 20 orang tewas dan 40 luka-luka. Ini dikatakan seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Irak kepada AFP.

Kementerian tersebut mengatakan pelaku bom bunuh diri pertama telah bergegas ke pasar dan mengaku merasa sakit. Akibatnya, orang-orang berkumpul di sekitarnya. Dia kemudian meledakkan bahan peledaknya.

Ketika orang-orang berkumpul di sekitar para korban, penyerang kedua pun meledakkan bomnya, kata pernyataan kementerian itu.

Sumber medis mengatakan kepada AFP bahwa mereka khawatir jumlah kematian bisa dua kali lebih tinggi dari yang diumumkan secara resmi. Kementerian kesehatan mengatakan telah memobilisasi petugas medis di seluruh ibu kota untuk menanggapi serangan mematikan itu.

Juru bicara militer Yahya Rasool mengatakan dua pengebom bunuh diri meledakkan bahan peledak mereka saat mereka dikejar oleh pasukan keamanan. Seorang reporter AFP di tempat kejadian mengatakan para pengebom telah menyerang pasar terbuka yang sangat besar untuk pakaian bekas di Tayaran Square.

Pasar telah penuh dengan orang-orang setelah hampir satu tahun pembatasan yang diberlakukan dalam upaya untuk menghentikan penyebaran covid-19. Pasukan keamanan menutup area tersebut dan paramedis bekerja untuk membantu korban.

Setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan sektarian yang mematikan, bom bunuh diri menjadi relatif jarang terjadi di ibu kota. Serangan terakhir terjadi pada Juni 2019 dan menyebabkan beberapa orang tewas.

Pada Januari 2018, bom bunuh diri di Tayaran Square menewaskan lebih dari 30 orang, hanya beberapa bulan sebelum pemilihan parlemen terakhir. Pemilu di Irak biasanya diawali dengan meningkatnya kekerasan, termasuk pengeboman dan pembunuhan.

Irak bersiap untuk pemilihan umum baru pada tahun ini yang awalnya ditetapkan Perdana Menteri Mustafa al-Kadhemi pada Juni atau hampir setahun lebih cepat dari jadwal sebagai tanggapan atas protes yang meluas pada 2019. Tetapi pihak berwenang sedang dalam pembicaraan untuk menjadwal ulang pemilu pada Oktober untuk memberi otoritas pemilihan lebih banyak waktu dalam mendaftarkan pemilih dan partai baru.

Serangan kembar pada Kamis tidak segera diklaim tetapi bom bunuh diri telah digunakan oleh kelompok-kelompok Islamis ultrakonservatif, seperti ISIS. (OL-14)

BERITA TERKAIT