21 January 2021, 12:52 WIB

Taiwan Diundang ke Pelatikan Presiden AS Pertama Sejak 1979


Basuki Eka Purnama | Internasional

DUTA besar de facto Taiwan untuk Amerika Serikat (AS) Hsiao Bi-khim, Rabu (20/1), secara resmi diundang untuk menghadiri pelantikan Presiden AS Joe Biden.

Hal itu, menurut Taipei, merupakan yang pertama sejak Washington mengubah pengakuan mereka ke Beijing pada 1979.

Hsiao mengunggah video dirinya menghadiri pelantikan Biden sembari berkata, "Merasa terhormat mewakili warga dan pemerintah Taiwan di sini, di pelantikan Presiden Biden dan Walik Presiden Harris."

Baca juga: Maduro Berharap Biden Perbaiki Hubungan AS dan Venezuela

"Demokrasi adalah bahasa kita dan kebebasan adalah tujuan kita," imbuhnya.

Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan ini merupakan kali pertama dalam puluhan tahun utusan Taiwan secara resmi diundang oleh panitia pelantikan presiden AS.

Partai yang berkuasa di Taiwan, Partai Kemajuan Demokrasi, menggambarkan hal itu sebagai kemajuan dalam tempo 42 tahun.

Taiwan berpisah dari Tiongkok di akhir perang saudara pada 1949. Negara berpenduduk 23 juta jiwa itu berada dalam ancaman konstan invasi dari Tiongkok dengan Beijing memandang Taiwan sebagai wilayah mereka dan berjanji akan merebutnya kembali di masa depan.

Washington mengubah pengakuan diplomatik mereka kepada Beijing ketimbang Taipei di era Presiden Jimmy Carter.

Meski begitu, AS tetap merupakan sekutu terkuat Taiwan dan terikat dengan aturan Kongres untuk menjual persenjataan agar Taiwan bisa membela diri.

Sejak 1979, Presiden AS sangat berhati-hati dalam menjalin hubungan diplomasi dengan Taiwan karena khawatir membuat marah Beijing.

Namun, semuanya berubah di bawah Presiden Donald Trump yang lebih mendekatkan diri ke Taiwan saat dia menggelar perang diplomatik dengan Tiongkok terkait perdagangan dan keamanan nasional.

Trump juga meningkatkan penjualan senjata dan kontak diplomatik dengan Taiwan. Bahkan, salah satu kebijakan luar negeri terakhir Trump adalah mencabut pembatasan bagi pejabat AS untuk menjalin kontak dengan pejabat Taiwan.

Kebijakan Biden terkait Taiwan masih belum jelas. Namun, kehadiran Hsiao dalam pelantikan presiden AS itu menunjukkan Biden akan melanjutkan kebijakan Trump. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT