21 January 2021, 05:29 WIB

Biden Ingin Keadilan Akan Ditegakkan Untuk Kemenangan Demokrasi


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

JOE Biden dan Kamala Harris resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat, Rabu (20/1) waktu setempat. Pelantikan keduanya digelar di Capitol AS dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Mike Pence, Barack Obama, Bill Clinton, dan George W Bush. Dalam pidatonya, Biden menuturkan bahwa demokrasi telah menang.

"Ini adalah hari milik Amerika. Ini adalah hari demokrasi," ujar Biden di atas podium Capitol.

Dia kemudian merujuk serangan di Capitol yang terjadi awal Januari lalu, dan menyebut peristiwa tersebut telah menurunkan nilai demokrasi Amerika.

"Kita belajar bahwa demokrasi itu berharga," tuturnya.

"Dan pada saat ini, teman-teman, demokrasi telah menang," imbuhnya.

Joe Biden mengatakan bangsa harus menghadapi supremasi kulit putih, mungkin menjadi presiden pertama yang mengucapkan kalimat itu dalam pidato pengukuhannya.

"Impian keadilan bagi semua tidak akan ditunda lagi," kata presiden.

"Ini adalah momen bersejarah kita yang mengalami krisis dan tantangan, dan persatuan adalah jalan ke depan," lanjutnya.

Biden mengatakan, bangsa harus menghadapi supremasi kulit putih.

"Impian keadilan bagi semua tidak akan ditunda lagi," ujarnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk bersatu setelah empat tahun kepresidenan Donald Trump yang memecah belah. Biden berpendapat bahwa persatuan adalah satu-satunya jalan agar negara dapat sukses dan maju.

baca juga: Biden Berjanji Akhiri Perpecahan di AS

"Saya tahu berbicara tentang persatuan dapat terdengar seperti fantasi bodoh hari ini bagi beberapa orang. Saya tahu kekuatan yang memisahkan kita sangat dalam dan nyata. Saya juga tahu itu bukan hal baru. Persatuan adalah jalan ke depan," tegasnya. (The Guardian/OL-3)

BERITA TERKAIT