20 January 2021, 11:09 WIB

Israel Lanjutkan Pembangunan Permukiman Ilegal di Tepi Barat


Nur Aivanni | Internasional

KENDATI dunia internasional dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengecam, Israel justru mengeluarkan tender untuk 2.500 rumah pemukim baru pada malam Joe Biden akan dilantik sebagai presiden AS.

Hal itu disampaikan oleh pengawas Peace Now pada Rabu (20/1). Pekan lalu, Israel menyetujui 780 rumah pemukim warga Yahudi baru di Tepi Barat yang diduduki.

Peace Now mengatakan pemerintah sekarang telah mengeluarkan tender untuk 2.112 unit lagi di Tepi Barat dan 460 unit di Yerusalem Timur, bagian timur kota yang dianeksasi Israel.

Padahal Palestina telah menetapkan Yerusalem sebagai ibu kota negara masa depan.

Mereka menuduh pemerintah berusaha keras untuk mendorong sebanyak mungkin aktivitas permukiman sampai menit-menit terakhir sebelum perubahan pemerintahan di Washington.

"Dengan melakukan itu, Netanyahu memberi isyarat kepada presiden yang akan datang bahwa dia tidak berniat memberikan babak baru dalam hubungan AS-Israel, atau pemikiran serius tentang bagaimana menyelesaikan konflik kami dengan Palestina secara masuk akal," katanya dalam sebuah pernyataan.

Semua permukiman Yahudi di Tepi Barat dinilai ilegal oleh banyak komunitas internasional.

Tetapi pemerintahan Trump, yang melanggar kebijakan AS selama puluhan tahun, menyatakan pada tahun 2019 bahwa Washington tidak lagi menganggap permukiman sebagai pelanggaran hukum internasional.

Biden telah mengindikasikan bahwa pemerintahannya akan memulihkan kebijakan Washington sebelum Trump yang menentang perluasan permukiman.

Di luar perubahan yang ada di Washington, para ahli mengatakan Netanyahu juga memiliki alasan politik domestik untuk mendorong perluasan permukiman.

Pemilu semakin intensif menjelang pemungutan suara pada 23 Maret di Israel, di mana Netanyahu diperkirakan akan menghadapi tantangan yang sengit dari Saar, seorang pembelot dari Partai Likud. Saar berpisah dengan Likud akhir tahun lalu untuk menantang Netanyahu.

"Perdana Menteri Netanyahu sekali lagi menempatkan kepentingan politik pribadinya di atas kepentingan negara," kata Peace Now.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak Perang Enam Hari pada 1967. Setelah bertahun-tahun ekspansi permukiman, saat ini ada sekitar 450.000 orang Yahudi yang tinggal di Tepi Barat di tengah-tengah sekitar 2,8 juta orang Palestina.

Pemerintah di seluruh dunia sebagian besar melihat permukiman sebagai hambatan bagi solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. (AFP/Nur/OL-09)

BERITA TERKAIT