19 January 2021, 21:55 WIB

Tiongkok Bangun Pusat Karantina Covid-19


Nur Aivanni | Internasional

RIBUAN kamar prefabrikasi memenuhi lapangan luas di pinggiran Kota Shijiazhuang, Tiongkok, saat kru konstruksi bekerja sepanjang waktu untuk membangun fasilitas karantina yang besar.

Pembangunan tersebut dilakukan untuk mengekang wabah covid-19 yang berkembang di kota itu.

 

Tiongkok sebagian besar telah mengendalikan virus bahkan ketika seluruh dunia berjuang dengan kematian yang meningkat dan rumah sakit yang terbebani.

 

Tetapi serentetan wabah kecil yang terlokalisasi telah mendorong pejabat Tiongkok untuk memerintahkan pengujian massal, penguncian wilayah yang ketat dan bersiap memindahkan desa-desa yang penuh ke fasilitas karantina untuk membasmi kebangkitan virus.

 

Pemandangan di luar Shijiazhuang mengingatkan pada upaya Beijing awal tahun lalu untuk membangun rumah sakit darurat di Wuhan - pusat kota tempat kasus covid-19 pertama kali muncul - dalam beberapa hari.

 

Bangunan karantina di Shijiazhuang dilengkapi dengan kamar mandi, Wi-fi dan AC. Tempat karantina tersebut akan menampung kontak dekat pasien virus yang dikonfirmasi setelah itu selesai dalam beberapa hari ke depan.

 

Penyiar negara, CCTV, menunjukkan para pekerja dengan rompi visibilitas tinggi dan topi keras merakit struktur seperti kabin dalam gelap, sementara bendera bertuliskan nama tim konstruksi dan unit Partai Komunis berkibar dari bangunan yang sudah selesai.

 

Fasilitas tersebut, kata CCTV, diharapkan memiliki cukup ruangan untuk menampung lebih dari 4.000 orang. Pembangunan tersebut dimulai pada 13 Januari ketika kota-kota di Tiongkok utara memberlakukan penguncian wilayah dalam beberapa pekan terakhir.

 

Lebih dari 20.000 penduduk desa di sekitar Provinsi Hebei telah dikirim ke karantina di fasilitas terpusat. Sementara itu, jutaan penduduk lokal telah beberapa kali dites untuk virus tersebut.

 

Tiongkok berada dalam siaga tinggi untuk potensi gelombang kasus yang dipicu oleh liburan Tahun Baru Imlek mendatang, yang diperkirakan akan menjadi tantangan besar untuk pencegahan virus, kata pejabat senior kesehatan nasional Wang Bin pekan lalu. Jutaan penduduk kota akan melakukan perjalanan ke kota asal mereka untuk merayakannya.

 

Kasus virus telah melonjak di seluruh dunia dalam beberapa pekan terakhir, dengan jumlah kematian global sekarang melebihi dua juta. (AFP/OL-8)

 

BERITA TERKAIT