19 January 2021, 20:52 WIB

WHO Prihatin Timpangnya Akses Vaksin Covid-19 di Israel-Palestina


Mediaindonesia.com | Internasional

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) telah menyuarakan keprihatinan tentang ketidakmerataan distribusi vaksin virus korona di Israel dan wilayah Palestina. Saat memvaksinasi warga Arabnya sendiri dan penduduk Palestina di Yerusalem Timur, Israel mengatakan tidak bertanggung jawab untuk menyuntik warga Palestina.

Menteri Kesehatan Yuli Edelstein mengatakan Israel akan mempertimbangkan untuk membantu, setelah mengurus warganya sendiri. Berdasarkan ketentuan Kesepakatan Oslo 1995, Otoritas Palestina bertanggung jawab atas warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat dan Gaza. Tapi saat ini kedua belah pihak bekerja sama untuk memerangi epidemi.

Kelompok hak asasi mengatakan Israel memiliki tanggung jawab sebagai kekuatan pendudukan untuk memberikan vaksin kepada warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Otoritas Palestina menuduh Israel melakukan rasisme karena tidak membagikan vaksinnya, tetapi tidak membuat permintaan resmi kepada Israel dan mengatakan pihaknya mendapatkan pasokannya sendiri melalui program WHO dan perjanjian dengan perusahaan swasta dan Rusia.

Perselisihan tersebut mencerminkan ketidaksetaraan global dalam akses ke vaksin, karena negara-negara kaya mendapatkan bagian terbesar dari dosis. Ini membuat negara-negara yang lebih miskin semakin tertinggal dalam memerangi kesehatan publik dan efek ekonomi dari pandemi.

 

Itu juga muncul sebagai titik api lain dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun, bahkan ketika virus itu telah mendatangkan malapetaka di kedua pihak. "Kami telah mengemukakan sejumlah masalah kesehatan masyarakat dan kesetaraan tentang distribusi vaksin yang tidak merata atau akses yang tidak setara ke vaksin," ujar Dr Gerald Rockenschaub, kepala kantor WHO untuk wilayah Palestina, Senin (18/1).

"Kami telah berdiskusi dengan Israel di sejumlah tingkatan, juga dari tingkat yang lebih tinggi dari organisasi kami, mencoba untuk mengeksplorasi pilihan, apakah Israel dapat mempertimbangkan untuk mengalokasikan vaksin untuk Palestina," katanya. Ia menambahkan bahwa target utama vaksinasi itu ialah pekerja kesehatan garis depan. (Times of Israel/OL-14)

BERITA TERKAIT