19 January 2021, 19:29 WIB

Meksiko Desak Biden Reformasi Kebijakan Imigrasi


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mendesak Amerika Serikat (AS) untuk melakukan reformasi besar-besaran pada kebijakan imigrasi. Saat ribuan imigran asal Meksiko diblokir oleh polisi di negara tetangga Guatemala.

Obrador berharap Presiden AS terpilih Joe Biden akan setuju untuk bekerja sama dengan Meksiko dan negara lain untuk memecahkan masalah tersebut. 

Sekitar 7.000 migran, mayoritas dari Honduras, telah memasuki wilayah Guatemala. Mereka berharap bisa melanjutkan perjalanan ke Meksiko dan akhirnya mencapai perbatasan AS.

Baca juga: Trump Minta Imigran Ilegal tidak Disensus

Setiap tahun, puluhan ribu imigran Amerika Tengah mencoba mencapai Negeri Paman Sam. Seringkali dengan berjalan kaki, dalam kelompok yang dikenal sebagai 'karavan'.

Mereka pergi dari negara asal lantaran berbagai faktor. Mulai dari penganiayaan, kekerasan, hingga kemiskinan. Kondisi itu diperparah kerusakan akibat dua badai besar yang melanda Amerika Tengah pada November lalu.

Baca juga: Biden Tunjuk Jenderal Kulit Hitam Sebagai Menhan AS

Dalam sambutannya pada Senin waktu setempat, Obrador mendesak AS untuk mereformasi kebijakan terkait imigrasi. "Saya kira sudah waktunya komitmen [reformasi keimigrasian] dipenuhi. Itu yang kami harapkan," pungkasnya.

"Dalam kampanye, Joe Biden menawarkan upaya penyelesaian reformasi imigrasi. Saya berharap dia mampu merealisasikan janjinya," imbuh Obrador.

Diketahui, Biden berjanji untuk mengakhiri kebijakan imigrasi yang ketat dari pendahulunya, Donald Trump. Namun, pemerintahannya yang mulai berjalan Rabu, sudah memperingatkan imigran untuk tidak melakukan perjalanan. Sebab, kebijakan tidak akan berubah dalam semalam.(BBC/OL-11)

BERITA TERKAIT