18 January 2021, 01:15 WIB

Dua Hakim Wanita Afghanistan Ditembak Mati


MI | Internasional

PRIA bersenjata menembak mati dua hakim wanita Afghanistan yang bekerja untuk Mahkamah Agung selama penyergapan dini hari di ibu kota negara pada Minggu (17/1), kata pejabat, ketika gelombang pembunuhan terus mengguncang negara itu.

Kekerasan telah melonjak di seluruh Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir meskipun ada pembicaraan damai yang sedang berlangsung antara Taliban dan pemerintah terutama di Kabul, dengan tren baru pembunuhan yang ditujukan pada tokoh-tokoh terkenal telah menebarkan ketakutan di kota yang bergolak itu.

“Penyerangan terhadap hakim tersebut terjadi saat mereka sedang menuju kantor mereka dengan kendaraan pengadilan,” kata juru bicara Mahkamah Agung Ahmad Fahim Qaweem. Polisi Kabul membenarkan serangan itu. “Sayangnya, kami kehilangan dua hakim wanita dalam serangan hari ini. Sopir mereka terluka,” kata Qaweem. Ada lebih dari 200 hakim wanita yang bekerja untuk pengadilan tinggi negara itu, tambah juru bicara itu.

Mahkamah Agung Afghanistan menjadi target pada Februari 2017 ketika sebuah bom bunuh diri menghantam kerumunan pegawai pengadilan, menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 41 orang lainnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa orang Afghanistan terkemuka termasuk politikus, jurnalis, aktivis, dokter, dan jaksa telah dibunuh dalam serangan di Kabul dan kota-kota lain.

Para pejabat Afghanistan menyalahkan Taliban atas serangan itu, tuduhan yang dibantah kelompok pemberontak itu. Beberapa dari
pembunuhan tersebut telah diklaim ISIS.

Taliban melakukan lebih dari 18 ribu serangan pada 2020, kata kepala mata-mata Afghanistan Ahmad Zia Siraj kepada anggota parlemen awal bulan ini. Pada Jumat (15/1), Pentagon mengumumkan telah memangkas jumlah pasukan di Afghanistan menjadi 2.500 sebagai bagian dari kesepakatan mereka dengan Taliban untuk menarik semua pasukan dari negara itu pada Mei 2021.

Kesepakatan itu dicapai dengan imbalan jaminan keamanan dari pemberontak dan komitmen untuk pembicaraan damai dengan pemerintah Afghanistan. (Nur/SCMP/I-1)

BERITA TERKAIT