15 January 2021, 02:10 WIB

Kota Besar di Turki Terancam Kehabisan Persediaan Air


MI | Internasional

KOTA-KOTA besar di seluruh Turki terancam kehabisan air dalam beberapa bulan ke depan. Istanbul bahkan diperingatkan hanya memiliki sisa air untuk kurang dari 45 hari.

Curah hujan yang buruk telah menyebabkan kekeringan paling parah di negara itu dalam satu dekade dan membuat kota besar yang berpenduduk 17 juta orang hampir kehabisan air, menurut Badan Insinyur Kimia Turki.

Wali Kota Ankara Mansur Yavas mengatakan pada awal bulan ini bahwa ibu kota itu memiliki bendungan dan waduk yang menyimpan
persediaan air untuk 110 hari lagi.

Izmir dan Bursa, dua kota terbesar Turki berikutnya, juga berjuang dengan bendungan yang masing-masing hanya terpenuhi sekitar 36% dan 24%. Petani di daerah penghasil gandum seperti dataran Konya dan Provinsi Edirne yang berbatasan dengan Yunani dan Bulgaria terancam gagal panen.

Curah hujan yang sangat rendah pada paruh kedua 2020 atau mendekati 50% year on year pada November membuat direktorat urusan agama menginstruksikan para imam dan jemaah mereka untuk berdoa memohon hujan bulan lalu.

Turki ialah negara dengan pasokan air terbatas, hanya 1.346 meter kubik air per kapita per tahun, dan telah menghadapi beberapa keke ringan sejak 1980-an karena kombinasi dari pertumbuhan penduduk, industrialisasi, perluasan kota, dan perubahan iklim.

“Turki berkeras untuk memperluas pasokan airnya dengan membangun lebih banyak bendungan. Turki telah membangun ratusan bendungan dalam dua dekade terakhir,” kata pakar pengelolaan air di Pusat Kebijakan Istanbul, Akguen Ilhan.

“Tanda peringatan telah ada selama beberapa dekade, tetapi tidak banyak yang telah dilakukan dalam praktiknya,” imbuhnya.

Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu mengatakan sistem Bendungan Melen yang besar akan memasok kebutuhan air di kota hingga 2070. Namun, saat memasuki kantor, pemerintahannya menyadari bahwa masalah konstruksi akan menunda proyek tersebut selama beberapa tahun.

Di Izmir, otoritas lokal bersiap menghadapi kekurangan air dengan menggali 103 lubang bor baru, mendaur ulang air limbah, dan meminimalkan kebocoran dengan memperbaiki pipa yang sudah tua, menurut Wali Kota Izmir Tunc Soyer.

Pada akhirnya, kota-kota Turki membutuhkan hujan segera untuk menghindari kekurangan air dalam beberapa bulan ke depan. Curah
hujan yang berkelanjutan selama sisa musim dingin diperkirakan tidak cukup bagi komunitas petani untuk menyelamatkan tanaman tahun ini. (Aiw/The Guardian/I-1)

BERITA TERKAIT