14 January 2021, 14:38 WIB

Trump Dimakzulkan, Biden: Senat Punya Tanggungjawab Konstitusional


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

DEWAN Perwakilan Rakyat AS memakzulkan Donald Trump pada Rabu (13/1) karena dinilai telah mendorong massa pendukungnya untuk menyerbu gedung Capitol untuk menggagalkan sertifikasi pemilihan presiden.

Menanggapi hal tersebut, Presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan DPR telah menggunakan kekuasaannya untuk meminta pertanggungjawaban presiden.

"Hari ini, anggota DPR menggunakan kekuasaan yang diberikan kepada mereka di bawah konstitusi kita dan memilih untuk memakzulkan dan meminta pertanggungjawaban presiden," ujar Biden dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Presiden Donald Trump Dukung Larangan Investasi AS di Tiongkok

Selain itu, Biden berharap pimpinan Senat akan menemukan cara untuk menangani tanggung jawab konstitusional mereka pada pemakzulan serta mengerjakan urusan mendesak bangsa lainnya.

“Bangsa ini juga masih dalam cengkeraman virus mematikan dan ekonomi yang sedang goyah. Saya berharap pimpinan Senat akan menemukan cara untuk menangani tanggung jawab konstitusional mereka terkait pemakzulan sembari mengerjakan urusan mendesak lainnya di negara ini," tuturnya.

Pemakzulan kali ini merupakan yang kedua bagi Trump. Sebelumnya, pria berusia 74 tahun itu sempat dimakzulkan pada Desember 2019 atas dua tuduhan, yaitu penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan dugaan tekanan terhadap Ukraina untuk menyelidiki putra dari Joe Biden, yang menjadi saingan terberatnya dalam pemilihan presiden.

Selain itu, Trump juga dinilai menghalangi Kongres untuk menyelidiki permintaannya tersebut pada Ukraina. Namun, dia dibebaskan oleh pemungutan suara Senat AS yang dikuasai Partai Republik. (The Guardian/OL-4)

BERITA TERKAIT