14 January 2021, 08:02 WIB

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Portugal Kembali Lockdown


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PERDANA Menteri Portugal António Costa mengumumkan kebijakan lockdown baru untuk mengendalikan penyebaran covid-19. Kebijakan yang mendesak warga agar tetap di rumah ini mulai berlaku Jumat (15/1) besok.

"Kita berada pada saat paling berbahaya (pandemi)," kata Costa kepada wartawan.

“Aturannya sederhana, kita semua harus tinggal di rumah,” imbuhnya.

Dia menambahkan bekerja dari jarak jauh akan diwajibkan jika memungkinkan. Kebijakan tersebut akan serupa dengan lockdown enam minggu yang diberlakukan antara Maret dan April tahun lalu selama gelombang pertama pandemi.

Namun, kali ini semua sekolah akan tetap buka karena jumlah kasus yang dilaporkan dari sekolah tidak signifikan pada lockdown pertama. Pembatasan pergerakan juga akan dilonggarkan pada hari pemilihan presiden Portugal pada 24 Januari 2021, sehingga pemilih dapat pergi ke tempat pemungutan suara.

Sesuai aturan Maret lalu, semua bisnis yang tidak utama termasuk salon rambut akan ditutup, meskipun restoran diizinkan untuk menyediakan layanan bawa pulang. Supermarket, apotek, toko roti, pompa bensin, dan bank akan tetap buka. Bisnis yang karyawannya cuti akan menerima bantuan dari negara.

Baca juga:  Presiden Portugal Positif Covid-19

Bekerja jarak jauh akan diwajibkan jika memungkinkan. Untuk memastikan kepatuhan dengan tindakan baru, denda karena melanggar aturan akan berlipat ganda. Di bawah hukum Portugis, peraturan harus ditinjau setiap 15 hari, tetapi Costa mengatakan peraturan ini kemungkinan akan berlangsung selama sebulan.

Negara berpenduduk 10 juta orang tersebut sejauh ini melaporkan total 8.236 kematian dan 507.108 kasus, dengan lonjakan infeksi yang tajam setelah Natal, menimbulkan tekanan parah pada sistem kesehatan.

Portugal telah memvaksinasi 82.000 warga dengan memprioritaskan petugas kesehatan garis depan serta penduduk panti jompo.

“Harapan yang diberikan vaksin kepada kita bahwa kita dapat mengalahkan pandemi adalah harapan yang sama yang memberi relaksasi yang membuat pandemi lebih berbahaya,” tutur Costa menambahkan lockdown tidak akan mengganggu proses vaksinasi.(The Guardian/OL-5)

BERITA TERKAIT