13 January 2021, 15:30 WIB

Tiongkok Catat Kasus Covid-19 Harian Tertinggi dalam 5 Bulan


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

KOMISI Kesehatan Nasional melaporkan bahwa Tiongkok mencatat 115 kasus Covid-19 baru pada Selasa (12/1). Ini merupakan jumlah kasus harian tertinggi dalam lebih dari lima bulan.

Sebagian besar pasien baru yang tercatat berada di dekat ibu kota, Beijing, tetapi sebuah provinsi di timur laut Tiongkok juga mengalami peningkatan kasus baru.

Komisi tersebut mengatakan, 107 kasus baru adalah infeksi lokal. Provinsi Hubei yang mengelilingi Beijing, menyumbang 90 kasus, sementara Provinsi Heilongjiang yang berada di timur laut melaporkan 16 kasus baru.

Hubei telah menerapkan kebijakan lockdown di tiga kota yakni Shijiazhuang, Xingtai dan Langfang, sebagai bagian dari upaya untuk mencegah penyebaran virus. Sementara itu, otoritas kota Beijing telah meningkatkan langkah-langkah penyaringan dan pencegahan untuk mencegah pengembangan cluster lain.

Jumlah kasus asimtomatik baru, yang tidak diklasifikasikan oleh Tiongkok sebagai kasus yang dikonfirmasi, turun dari 81 kasus menjadi 38.

Jumlah total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di daratan Tiongkok sekarang mencapai 87.706, sementara jumlah kematian tetap tidak berubah di angka 4.634 kasus.

Jumlah kasus baru yang dilaporkan dalam beberapa hari terakhir tetap sebagian kecil dari apa yang dialami Tiongkok pada puncak wabah pada awal 2020. Peningkatan kasus terjadi ketika tim yang dibentuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyelidiki asal-usul virus bersiap memasuki Wuhan.

Kementerian luar negeri Tiongkok mengonfirmasi pada Selasa (12/1) sore bahwa tim akan terbang langsung ke Wuhan, Provinsi Hubei. Juru bicara Zhao Lijian tidak menjawab pertanyaan tentang apakah tim akan melakukan karantina, dan tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Delegasi ilmuwan WHO yang ditugasi untuk meneliti asal-usul virus diharapkan tiba di Tiongkok pada Kamis, setelah hampir setahun melakukan negosiasi.

Mereka berharap untuk melakukan perjalanan ke Wuhan dan berbicara dengan para ilmuwan di lapangan, tetapi pihak berwenang Tiongkok enggan memberikan keterangan lebih detail dan tidak ada yang dikonfirmasi.

Misi penelitian adalah prioritas WHO, dan memiliki dukungan internasional yang luas, namun pengamat telah mendesak masyarakat untuk mengatur ekspektasi tentang tim yang akan mengambil kesimpulan dalam perjalanan tersebut, dan para peneliti mengatakan bahwa misi tersebut bukan tentang menuding kesalahan.

“Ini tentang mengurangi risiko. Dan media dapat membantu dengan menghindari saling tuding ala Trump. Tugas kami bukanlah politik," kata Fabian Leendertz, pakar epidemiologi mikroorganisme di badan kesehatan masyarakat Jerman dan bagian dari tim tersebut. (Aiw/The Guardian/OL-09)

BERITA TERKAIT