13 January 2021, 14:32 WIB

Setelah Facebook dan Twitter, Giliran Youtube Blokir Donald Trump


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

YouTube Alphabet mengumumkan bahwa mereka telah menangguhkan saluran Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena melanggar kebijakan dengan menghasut penyerangan di Capitol AS pekan lalu.

Platform daring dan perusahaan media sosial memutuskan untuk menjauhkan diri dan mengambil tindakan terhadap pihak yang mendorong atau terlibat dalam kekerasan di Washington, DC.

"Mengingat kekhawatiran tentang potensi kekerasan yang sedang berlangsung, kami menghapus konten baru yang diupload ke saluran Donald J. Trump karena melanggar kebijakan kami," kata YouTube dalam sebuah pernyataan.

Youtube menuturkan bahwa saluran tersebut kini dilarang mengupload video baru atau streaming langsung selama minimal tujuh hari, dengan waktu yang dapat diperpanjang.

YouTube menggambarkan tindakannya sebagai teguran pertama. Berdasarkan kebijakannya, saluran akan diblokir secara permanen jika terkena tiga teguran.

Pekan lalu, Facebook menangguhkan akun Facebook dan Instagram Trump setelah insiden yang menewaskan lima orang tersebut. Sementara itu, Twitter melangkah lebih jauh dengan menghapus akun Trump, merampas platform favoritnya.

Trump juga terkena penangguhan oleh layanan seperti Snapchat dan Twitch.

Saluran YouTube Trump pada Selasa (12/1) memposting delapan video baru, termasuk satu di mana Trump mengatakan kepada wartawan, "Saya pikir Big Tech telah membuat kesalahan besar," dengan memblokirnya. (Aiw/CNA/OL-09)

BERITA TERKAIT