13 January 2021, 11:39 WIB

AS Ikut Investigasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182


Insi Nantika Jelita | Internasional

BADAN Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Amerika Serikat (AS) telah menunjuk perwakilannya untuk berpartisipasi dalam penyelidikan kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1).

Dilansir Flight Global, tim penyelidik nasional juga akan bergabung bersama tim dari US Federal Aviation Administration, Boeing serta GE Aviation.

"Tim ini memiliki keahlian dalam operasi, kinerja manusia, struktur dan sistem pesawat," kata NTSB, Rabu (13/1).

Keterlibatan NTSB didasarkan Annex 13 Konvensi ICAO atau dokumen dasar mengenai investigasi atau penyidikan kecelakaan pesawat terbang angkutan. Pedoman ICAO itu juga menyerukan pejabat dari negara tempat pabrikan pesawat yang mengalami kecelakaan ikut dilibatkan dalam investigasi.

Baca juga: Kotak Hitam Sriwijaya Air SJ 182 Resmi Diserahkan ke KNKT

Keterlibatan NTSB terjadi sehari setelah tim SAR gabungan mengangkut kotak hitam berupa flight data recorder (FDR) dari Boeing 737-500 dan membawa ke posko Pelabuhan JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1)

Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) Indonesia akan memimpin penyelidikan itu. Mereka mengungkapkan kemungkinan pesawat itu utuh sebelum jatuh ke laut. Juga telah dilaporkan awak pesawat tidak mengumumkan keadaan darurat sebelum insiden tersebut, dan juga tidak melaporkan masalah apapun dengan pesawat sebelum jatuh.

Data yang dihimpun Flight Global menyebut, dari situs pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat hilang kontak kira-kira 4 menit setelah lepas landas, dengan pesawat mencapai ketinggian maksimum 10.900 kaki sebelum turun cepat ke 250 kaki, ketika kontak transponder hilang.

Tim SAR gabungan saat ini tengah mencari perekam suara kokpit pesawat, bersama dengan bagian pesawat lain dan tubuh para korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.(OL-5)

BERITA TERKAIT