13 January 2021, 07:52 WIB

Ontario Perintahkan Warga di Rumah Saja


Basuki Eka Purnama | Internasional

PROVINSI Ontario, Kanada, Selasa (12/1), memerintahkan warga untuk tetap tinggal di rumah seiring proyeksi bahwa kasus covid-19 akan meroket dan membuat rumah sakit kewalahan.

"Provinsi kami berada dalam krisis," ujar Premier Ontario Doug Ford dalam sebuah konferensi pers mengumumkan keadaan darurat yang berlangsung selama 1 bulan.

"Sistem kesehatan berada dalam ambang keruntuhan. Sistem kesehatan mulai kewalahan," imbuh pemimpin provinsi terpadat di Kanada itu.

Baca juga: Vaksin Covid-19 CoronaVac Tunjukkan Kemanjuran 50,4% di Brasil

Mulai Kamis (14/1) pukul 00.01, warga Ontario diwajibkan tetap tinggal di rumah kecuali untuk melakukan aktivitas esensial seperti berbelanja kebutuhan pokok dan memeriksakan kesehatan.

Warga juga diizinkan ke luar rumah untuk berolahraga atau membawa anjing mereka berjalan. Namun, pertemuan di luar rumah dibatasi menjadi hanya lima orang.

Semua perusahaan juga diwajibkan memastikan seluruh karyawan yang bisa bekerja dari rumah melakukannya. Sekolah menunda kelas tatap muka di Toronto hingga awal Februari.

Ford menegaskan pihak berwenang akan dengan tegas membubarkan pertemuan dan memberikan sanksi bagi mereka yang melakukan perlawanan.

Jaksa Agung Ontario Sylvia Jones menambahkan, "Saya dengan tegas mengatakan jika ada warga yang tidak menuruti aturan itu, mereka akan didenda dan didakwa."

Hukuman bagi para pelanggar, imbuhnya, bisa mencapai penjara selama 1 tahun.

"Kami memandang situasi saat ini sangat serius. Karenanya, kami meminta semua warga Ontario melakukan hal yang sama," tegasnya.

Menurut perkiraan otoritas kesehatan setempat, Ontario bisa melihat penambahan 40 ribu kasus baru covid-19 per hari pada pertengahan bulan depan jika tidak dilakukan langkah-langkah tegas.

Ontario melaporkan 2.903 kasus baru covid-19 dan 41 kematian pada Selasa (12/1).

Di Kanada, angka kasus covid-19 naik menjadi lebih dari 673 ribu kasus dan hampir 17.200 kematian. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT