12 January 2021, 19:51 WIB

Kasus Covid-19 Melonjak, Jepang Akan Perluas Status Darurat


Nur Aivanni | Internasional

PERDANA Menteri Jepang Yoshihide Suga akan mengumumkan keadaan darurat untuk tiga prefektur, yaitu Osaka, Kyoto dan Hyogo untuk membendung penyebaran covid-19, kata Kyodo News.

Hal itu disampaikan Suga pada pertemuan eksekutif partai yang berkuasa pada Selasa (12/1).

Menanggapi tekanan dari Tokyo dan tiga prefektur tetangganya, pekan lalu Suga menyatakan keadaan darurat selama satu bulan untuk wilayah itu hingga 7 Februari.

Namun, jumlah kasus virus korona juga meningkat di wilayah barat, mendorong Osaka, Kyoto, dan Hyogo untuk mencari keadaan darurat juga.

Pemerintah sedang menyelesaikan rencana untuk melakukan hal tersebut pada Rabu. Juga, mempertimbangkan untuk menambahkan prefektur pusat Aichi dan Gifu, menurut Kyodo yang mengutip sumber pemerintah.

Juru bicara pemerintah Jepang, Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato, tidak mengonfirmasi laporan itu. Dia hanya mengatakan bahwa pemerintah akan dengan cepat mempertimbangkan langkah-langkah untuk wilayah Osaka.

Di bawah hukum Jepang, perdana menteri bisa mengumumkan keadaan darurat, yang memberikan dasar hukum kepada otoritas lokal untuk meminta penduduk dan bisnis membatasi pergerakan dan pekerjaan mereka.

 

Suga telah dikritik karena tanggapan yang lambat, membingungkan, dan sedikit demi sedikit terhadap pandemi ketika infeksi virus korona mendekati rekor tertinggi.

Sebuah survei Kyodo yang diterbitkan pada Minggu menunjukkan sekitar 79 persen mengatakan keputusan Suga untuk menyatakan keadaan darurat di Tokyo dilakukan terlambat.

 

Kasus virus korona harian mencapai rekor 7.882 pada Jumat lalu, sehingga totalnya menjadi hampir 300.000, menurut penyiar publik NHK. (CNA/OL-8)

 

BERITA TERKAIT