12 January 2021, 13:53 WIB

Proud Boys Berpotensi Masuk Daftar Teroris seperti ISIS


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

PEJABAT Kanada sedang mempertimbangkan untuk menandai Proud Boys sebagai organisasi teroris bersama kelompok-kelompok seperti Boko Haram, ISIS, dan Al-Qaida, usai terlibat dalam serangan massa di Capitol AS minggu lalu.

Menteri Keamanan Publik Kanada mengatakan bahwa pihaknya mengawasi Proud Boys dan ekstremis brutal yang bermotivasi ideologis dalam kelompok tersebut.

“Mereka ialah kelompok supremasi kulit putih, antisemit, Islamofobia, misoginis. Mereka semua penuh kebencian. Mereka semua berbahaya," kata Menteri Keamanan Publik Bill Blair.

"Kami bekerja dengan sangat rajin untuk memastikan di mana bukti tersedia, di mana kami memiliki intelijen, bahwa kami akan menangani organisasi tersebut secara tepat,” imbuhnya.

Kantor Menteri belum mengatakan kapan penentuan status kelompok tersebut sebagai kelompok teror akan dibuat.

Seruan untuk menunjuknya sebagai kelompok teroris pertama kali dibuat minggu lalu oleh Jagmeet Singh, pemimpin partai Demokrat Baru, yang menuduh Proud Boys membantu mengeksekusi tindakan terorisme domestik ketika massa menyerbu Capitol.

“Pendiri mereka orang Kanada. Mereka beroperasi di Kanada, sekarang,” cuit Singh dalam Twitter.

The Proud Boys didirikan pada 2016 oleh Gavin McInnes dari Kanada, salah satu pendiri majalah Vice. Grup tersebut dilarang oleh Facebook dan Instagram pada Oktober 2018 setelah melanggar kebijakan kebencian platform dan diklasifikasikan sebagai organisasi ekstremis oleh FBI.

Bertahun-tahun setelah itu, kelompok itu telah menjadi tokoh sentral dalam gerakan supremasi kulit putih yang kejam di AS dan anggotanya memandang Donald Trump sebagai sekutu utama. Penunjukannya sebagai teroris di Kanada berarti bahwa aset kelompok tersebut dapat disita oleh otoritas Kanada, meskipun kelompok tersebut tidak mungkin memiliki aset besar dan tersembunyi.

Namun mantan Analis Badan Intelijen Keamanan Kanada Jessica Davis mengatakan, dampak lanjutannya bisa lebih signifikan. "Bank dan perusahaan seperti PayPal mungkin tidak ingin berbisnis dengan siapa pun yang telah diketahui sebagai anggota Proud Boys. Perusahaan semacam ini sangat menghindari risiko," kata Davis yang juga pakar terorisme.

Pada 2019, pemerintah Kanada menambahkan dua kelompok neo-Nazi, yakni Blood & Honor dan Combat 18 ke dalam daftar terorismenya. Hal tersebut menunjukkan bahwa mereka melihat ancaman yang berkembang dari organisasi sayap kanan. (The Guardian/OL-14)

BERITA TERKAIT