12 January 2021, 11:16 WIB

Biden Terima Dosis Kedua Vaksin Covid-19


Basuki Eka Purnama | Internasional

PRESIDEN terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Senin (11/1), menerima dosis kedua vaksin covid-19, empat minggu setelah dia diberikan suntikan pertama.

Biden disuntik dosis kedua vaksin Pfizer-BioNTech di sebuah rumah sakit di Newark, Delaware, negara bagian yang menjadi tempat kelahirannya dan markas transisinya berada.

Biden menerima dosis pertama pada 21 Desember.

Baca juga: Moderna Klaim Vaksinnya Beri Kekebalan Selama Setahun

Biden mengenakan kemeja polo lengan pendek sehingga petugas mudah menyuntikkan vaksin Pfizer-BioNTech ke lengannya.

Ia mendesak warga AS untuk terus memakai masker seraya melambaikan masker hitam miliknya.

Vaksin Pfizer, bersama vaksin Moderna, didistribusikan ke seluruh AS setelah mendapatkan izin penggunaan darurat. Kedua vaksin itu memerlukan dua dosis untuk disuntikkan dengan selang waktu beberapa minggu.

Biden, baru-baru ini, berjanji merilis hampir semua vaksin covid-19 yang dimiliki negara itu setelah menjabat pada 20 Januari, daripada menahan jutaan botol untuk menjamin ketersediaan dosis kedua.

Dia juga berencana memvaksinasi 100 juta warga AS dalam 100 hari pemerintahan pertamanya.

Sementara peluncuran vaksin di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump telah banyak dikritik karena sangat lambat sehingga gagal mencapai target awal untuk memberikan 20 juta dosis ke warga AS pada akhir tahun lalu.

"Saya yakin kita bisa menyelesaikan apa yang harus kita selesaikan," kata Biden.

Biden menegaskan sekitar 3.000 hingga 4.000 warga AS yang meninggal karena covid-19 per hari adalah 'di luar batas.'

Pejabat transisi mengeluh tentang kurangnya perencanaan jangka panjang oleh pemerintahan Trump untuk mengimunisasi rakyat Amerika.

AS mendistribusikan sekitar 25,5 juta dosis vaksin pada Senin (11/1) pagi dan memberikan hampir 9 juta dosis pertama, menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

AS masih memimpin dengan selisih jumlah kasus covid-19 yang besar.

Saat ini, AS melampaui 22 juta kasus covid-19 dan jumlah itu lebih dari dua kali lipat jumlah kasus covid-19 yang dimiliki India. India, saat ini, berada di posisi kedua, menurut Universitas Johns Hopkins.

Hitungan kematian di AS mencapai di atas 375.000 pada Senin (11/1) sore, setelah kematian satu hari melampaui 4.000 untuk pertama kalinya pada Kamis (7/11) lalu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT