12 January 2021, 08:48 WIB

FBI Waspadai Demonstrasi Bersenjata Jelang Pelantikan Biden


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

FBI memperingatkan kemungkinan bahwa protes bersenjata sedang direncanakan untuk dilakukan di Washington, DC, menjelang pelantikan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada 20 Januari mendatang..

Menurut sumber tersebut, Senin (11/1), FBI juga memperingatkan bahwa protes seperti itu juga bisa muncul di semua 50 ibu kota negara bagian AS.

Terancam dengan lebih banyak kekerasan dari pendukung Presiden Donald Trump setelah penyerbuan Capitol, Rabu (6/1) lalu, FBI mengeluarkan peringatan untuk akhir pekan depan dan berlaku setidaknya sampai Hari Pelantikan, kata sumber itu.

Baca juga: Lagi, Demokrat Bergerak untuk Pemakzulan Trump

Dalam langkah lain untuk melindungi ibu kota AS, Garda Nasional diberi wewenang untuk mengirim hingga 15.000 tentara ke Washington dan turis
dilarang mengunjungi Monumen Washington hingga 24 Januari.

Kepala Biro Garda Nasional Jenderal Daniel Hokanson mengatakan kepada wartawan bahwa dia mengharapkan sekitar 10.000 tentara di Washington pada Sabtu (17/1) untuk membantu memberikan keamanan, logistik, dan komunikasi.

Dia mengatakan jumlah itu bisa meningkat menjadi 15.000 jika diminta otoritas lokal.

Sedikitnya satu anggota parlemen meminta Pentagon untuk berbuat lebih banyak.

Senator Chris Murphy, yang mengatakan dia mengirim surat kepada penjabat menteri pertahanan, Senin (11/1), mengatakan tidak jelas apakah Garda Nasional akan cukup untuk melindungi ibu kota negara dan pasukan dinas aktif mungkin diperlukan juga.

"Saya tidak takut mengambil sumpah di luar ruangan," kata Biden kepada wartawan di Newark, Delaware. Ia mengacu pada pengaturan tradisional
untuk upacara pelantikan di halaman gedung Capitol.

Namun, dia mengatakan sangat penting bahwa orang-orang 'Yang terlibat dalam hasutan dan mengancam nyawa orang, merusak properti publik,
menyebabkan kerusakan besar' dimintai pertanggungjawaban.

Panitia pelantikan Biden, Senin (11/1), mengatakan tema upacara 20 Januari adalah 'Amerika Bersatu.'

Trump, pekan lalu, mengatakan dia tidak akan menghadiri upacara itu, sebuah keputusan yang didukung Biden. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT