29 December 2020, 03:25 WIB

Pria 63 Tahun Pelaku Pengeboman Natal di Nashville


MI | Internasional

PIHAK berwenang di Tennessee mengungkap identitas pelaku pengeboman pada pagi Natal yang melukai tiga orang dan menghancurkan bagian dari pusat bersejarah kota itu. Adalah Anthony Quinn Warner, pria berusia 63 tahun penduduk Nashville yang berprofesi sebagai kontraktor teknologi informasi dari pinggiran tenggara Antiokhia yang dituding telah melakukan kejahatan tersebut.

Dalam konferensi pers, sumber penegak hukum mengatakan bahwa pelaku tewas dalam ledakan.

“Warner adalah pengebomnya,” kata pengacara AS untuk distrik tengah Tennessee, Don Cochran.

“Dia ada di sana saat bom meledak dan tewas dalam pengeboman itu,” imbuhnya. 

Direktur Biro Investigasi Tennessee, David Rausch menjelaskan bahwa penyelidik mencocokkan DNA dari jaringan manusia yang ditemukan di tempat kejadian perkara dengan sampel yang dikumpulkan dari kendaraan yang digunakan Warner.

Identifikasi tambahan dimungkinkan dari petunjuk yang ditemukan di lokasi ledakan hari Jumat, yang terjadi di fasilitas yang dimiliki perusahaan telekomunikasi AT&T dan mengganggu layanan telepon seluler di beberapa kota lain.

Agen khusus yang bertanggung jawab atas kantor lapangan FBI di Memphis, Douglas Korneski mengatakan bahwa nomor identifikasi kendaraan yang ditemukan di reruntuhan berasal dari sebuah rumah mobil RV yang digunakan sebagai bom mobil dan telah terdaftar atas nama Warner.

“Kami meninjau video keamanan di sekitar kendaraan selama berjam-jam, kami tidak melihat orang lain yang terlibat.”

Agen dari FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) menghabiskan akhir pekan mencari rumah Warner,
yang pernah memiliki perusahaan spesialisasi alarm pencuri.

Sementara itu, penelusuran yang dilakukan surat kabar The Tennessean mengungkapkan bahwa Warner terdaftar sebagai pemilik bisnis Alarm dan Elektronik Kustom pada 1993 dan terlibat dalam sengketa hukum yang baru-baru ini diselesaikan dengan keluarganya atas kepemilikan properti. (Aiw/The Guardian/I-1)

BERITA TERKAIT