26 December 2020, 17:50 WIB

Ledakan Bom Mobil Hancurkan Bangunan di Nashville


Nur Aivanni | Internasional

PUSAT kota Nashville ditutup pada Jumat (25/12) setelah ledakan besar menghancurkan beberapa bangunan pada pagi hari saat Natal. Menurut polisi setempat, itu merupakan tindakan yang disengaja.

"Bukti awal memang menunjukkan bahwa itu merupakan bom yang sengaja diledakkan di masyarakat kami," kata Wali Kota Nashville John Cooper.

Pada briefing, FBI mengumumkan bahwa badan tersebut bersama dengan Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms and Explosives (ATF) akan memimpin penyelidikan terhadap ledakan yang menyebabkan tiga orang dengan luka tidak kritis.

Pihak berwenang mengatakan mereka telah menerima panggilan telepon yang memperingatkan bahwa kendaraan RV (recreational vehicle) yang diparkir akan meledak dalam 15 menit. RV mulai menyiarkan pesan berulang yang tampaknya direkam agar siapa pun di dekatnya menjauh.

"Daerah ini harus dievakuasi sekarang. Jika Anda dapat mendengar pesan ini, lakukan evakuasi sekarang," bunyi pesan tersebut.

Saat petugas polisi Nashville membersihkan area penduduk, kendaraan itu meledak. Hal tersebut menyebabkan kerusakan struktural pada beberapa bangunan, merobohkan pohon, dan menghancurkan jendela.

"Satu petugas kami terlempar ke tanah. Kami saat ini sedang membersihkan daerah itu untuk memastikan semua orang aman," kata juru bicara kepolisian Nashville, Don Aaron.

Pihak berwenang tidak dapat memastikan ada orang di dalam kendaraan tersebut saat meledak. Polisi Nashville mengunggah foto kendaraan yang dicurigai yang tertangkap kamera keamanan. Kendaraan itu, kata polisi, telah tiba di daerah itu sekitar pukul 01.22 waktu setempat.

Agen khusus ATF yang bertanggung jawab Mickey French mengatakan bahwa badan tersebut telah mengaktifkan tim respons nasional, termasuk para ahli bahan peledak untuk membantu menyelidiki insiden tersebut. "Prioritas utama kami jelas untuk menjaga warga kami aman dan terjamin," katanya.

Presiden AS Donald Trump telah diberi pengarahan. Menurut juru bicara Gedung Putih Judd Deere, presiden--yang menghabiskan liburan di Florida--akan terus menerima pembaruan rutin.

Departemen Kehakiman AS mengatakan penjabat Jaksa Agung Jeff Rosen juga diberi pengarahan dan mengarahkan semua sumber daya departemen tersedia untuk membantu penyelidikan tersebut.

Menurut laporan di Tennessean, ledakan tersebut dirasakan bermil-mil dan memicu tanggapan dari penjinak bom serta petugas pemadam kebakaran dan pejabat penegak hukum negara bagian dan federal lainnya.

"Ledakan itu signifikan, seperti yang Anda lihat, departemen kepolisian, mitra federalnya--FBI dan ATF--sedang melakukan penyelidikan skala besar hingga saat ini," kata juru bicara kepolisian Nashville. "Kami yakin ledakan itu adalah tindakan yang disengaja," tambahnya. (The Guardian/OL-14)

BERITA TERKAIT