03 December 2020, 21:43 WIB

Israel Sambut 300 Imigran Ethiopia


Mediaindonesia.com | Internasional

LEBIH dari 300 orang Ethiopia mendarat di Israel, Kamis (3/12). Ini setelah pemerintah menyetujui rencana imigrasi untuk 2.000 anggota komunitas Falash Mura yang ingin pindah ke negara Yahudi itu. Hal tersbeut memicu kontroversi.

Falash Mura merupakan keturunan Yahudi Ethiopia yang memeluk agama Kristen--banyak di bawah tekanan--pada abad ke-18 dan ke-19. Mereka tidak diakui sebagai orang Yahudi oleh otoritas kerabian Ortodoks Israel, tetapi mengklaim hak untuk berimigrasi di bawah aturan reunifikasi keluarga.

Pemerintah menyetujui sekitar 9.000 penggugat pada 2015 tetapi kemudian membatalkan keputusan tersebut pada tahun berikutnya. Alasannya, ada kendala pada anggaran.

Beberapa kelompok di Israel, termasuk anggota komunitas Ethiopia, menentang imigrasi Falash Mura. Mereka ragu atas klaim mereka sebagai orang Yahudi.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang telah menjadi pendukung vokal imigrasi Falash Mura, berada di bandara untuk menyambut rombongan pertama dari 316 kedatangan.

"Saudara-saudari kami yang terkasih, para imigran dari Ethiopia, kami sangat tersentuh untuk menyambut Anda di sini," kata Netanyahu kepada para imigran baru, menurut pernyataan pemerintah.

Sekitar 1.700 orang Falash Mura Ethiopia yang tersisa diperkirakan tiba pada akhir Januari. Ini menurut rencana imigrasi yang disetujui oleh kabinet Netanyahu pada Oktober.

Sebagian besar komunitas Yahudi Ethiopia dibawa ke negara itu antara 1984 dan 1991 di bawah Hukum Pengembalian yang menjamin kewarganegaraan Israel bagi semua orang Yahudi.

Komunitas Ethiopia-Israel sejak itu berkembang menjadi 140.000 orang, termasuk 50.000 yang lahir di Israel. Banyak yang mengatakan bahwa mereka menghadapi diskriminasi rasial, terutama pelecehan oleh polisi Israel. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT