03 December 2020, 02:55 WIB

Inggris Segera Memulai Vaksinasi Pfizer-BioNTech


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

MULAI pekan depan vaksin Pfizer-BioNTech untuk me nangani pandemi covid-19 sudah tersedia di Inggris. Dan program vaksina si di negara itu pun sudah bisa dimulai dalam beberapa hari ke depan, terutama bagi lansia dan pasien rentan.

“Pemerintah telah menerima rekomendasi dari Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan (MHRA) independen untuk menyetujui vaksin Pfizer-BioNTech untuk digunakan. Ini kabar yang sangat bagus,” kata Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock, kemarin.

Dengan begitu, lanjutnya, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech. Inggris telah memesan 40 juta dosis vaksin, yang cukup untuk memvaksinasi 20 juta orang.

Sebanyak 800 ribu dosis pertama akan sampai dalam beberapa hari.

Pfizer-BioNTech merupakan vaksin tercepat yang dikembangkan dengan hanya menghabiskan waktu 10 bulan.

Pada umumnya, pengembangan vaksin dengan langkah yang sama dapat menghabiskan waktu satu dekade.

“Perlindungan dari vaksin ini pada akhirnya akan memungkinkan kita untuk mendapatkan kembali hidup kita dan membuat ekonomi bergerak lagi,” cicit Perdana Menteri Boris Johnson.

Selain Inggris, Amerika Serikat dan Eropa juga tengah menyempurnakan rencana untuk memberikan vaksin Moderna dan BioNTech/Pfizer, segera setelah vaksin tersebut mendapatkan persetujuan.

Panel penasihat dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengusulkan agar petugas kesehatan dan penghuni panti jompo yang totalnya berjumlah 24 juta orang, menjadi penerima vaksin pertama. Pasalnya, kedua kelompok tersebut menyumbang sekitar 40% kematian di AS sejauh ini.

Sementara itu, European Medicines Agency (EMA) juga akan mengadakan pertemuan luar biasa paling lambat 29 Desember untuk mempertimbangkan persetujuan darurat untuk vaksin BioNTech Jerman dan Pfizer.


Vaksin gratis

Pemerintah Jepang akan memberikan vaksin covid-19 gratis bagi seluruh warganya. RUU yang mengatakan bahwa pemerintah akan menanggung semua biaya vaksin untuk 126 juta penduduk Jepang, telah disetujui majelis tinggi parlemen, kemarin.

Negeri Sakura itu telah memesan vaksin covid-19 untuk 60 juta orang dari raksasa farmasi Pfizer, sedangkan 25 juta orang lainnya mendapat vaksin dari perusahaan biotek Moderna. Di samping itu, Jepang juga telah dikonfirmasi akan menerima 120 juta dosis vaksin AstraZeneca.

Pfizer dan Moderna telah mencari persetujuan penggunaan darurat di Amerika Serikat dan Eropa, setelah uji klinis menunjukkan bahwa vaksin mereka memiliki efektivitas yang cukup tinggi.

Di sisi lain, ilmuwan di Universitas Pennsylvania dan perusahaan bioteknologi Regeneron kini tengah meneliti adanya kemungkinan pengembangan teknologi untuk membuat semprotan hidung yang mampu mencegah infeksi covid-19.

Sementara itu, pemerintah Sumatra Barat memastikan vaksin yang akan disuntikan nanti adalah vaksin terbaik dan sesuai dengan masyarakat. Vaksin tersebut telah melewati uji klinis serta sesuai standar WHO, kata juru bicara Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal.

“Masyarakat perlu diberikan pemahaman pentingnya penggunaan vaksin agar wabah covid-19 segera berakhir. Sebab, vaksin satu-satunya cara mempercepat penyelesaian pandemi,” kata juru bicara Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal. (Nur/YH/CNA/AFP/X-7)

BERITA TERKAIT