03 December 2020, 01:00 WIB

Saudi Bantah Terlibat Pembunuhan Ilmuwan Iran


MI | Internasional

SEORANG menteri senior Arab Saudi telah mengecam komentar Menteri Luar Negeri Iran yang menyiratkan bahwa Saudi terlibat dalam pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh.

Fakhrizadeh tewas pada pekan lalu akibat serangan bom dan senjata api di sebuah jalan utama di luar Ibu Kota Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dalam akun Instagram mengatakan, pertemuan rahasia di Arab Saudi antara Putra  Mahkota Mohammed bin Salman dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berkontribusi pada pembunuhan itu. Dia menuduh pertemuan itu sebagai konspirasi.

Menteri Negara Saudi untuk Urusan Luar Negeri, Adel al-Jubeir, membantah tuduhan itu. “Menteri Luar Negeri Iran Zarif sangat ingin menyalahkan Saudi atas segala hal negatif yang terjadi di Iran. Apakah dia juga akan menyalahkan kami atas gempa bumi atau banjir berikutnya?” cicit Adel al-Jubeir.

Namun, tidak seperti negara-negara Teluk lainnya, Arab Saudi belum secara resmi mengutuk pembunuhan tersebut.


Pembicaraan penting

Media dan sumber pemerintah Israel melaporkan, Netanyahu mengadakan pembicaraan penting di Arab Saudi dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada pekan lalu.

Hadir pula pimpinan badan mata-mata Mossad, Yosef Meir Cohen, serta Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Namun, Saudi membantah terjadinya pertemuan itu.

Arab Saudi tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel, tetapi kedua belah pihak diam-diam membangun hubungan atas dasar permusuhan bersama terhadap Iran.

Harian The New York Times memberitakan, seorang pejabat Amerika dan dua pejabat intelijen lainnya mengonfirmasi bahwa Israel berada di balik serangan terhadap Fakhrizadeh.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Israel berusaha menciptakan kekacauan dengan membunuh ilmuwan tersebut. Namun, Rouhani juga mengatakan negaranya tidak akan jatuh ke jebakan Israel. (AFP/Nur/X-11)
 

BERITA TERKAIT