29 November 2020, 23:23 WIB

Pejabat Israel: Dunia Harus Bersyukur Ahli Nuklir Iran Tewas


Mediaindonesia.com | Internasional

SEORANG pejabat Israel yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada New York Times pada Sabtu (28/11) bahwa dunia harus berterima kasih kepada Israel yang diduga menjadi dalang pembunuhan ahli senjata nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh. Bahkan, lanjutnya, hal tersebut perlu dilakukan ketika Yerusalem belum secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas operasi tersebut.

Pejabat senior, yang menurut laporan itu terlibat selama bertahun-tahun dalam melacak Fakhrizadeh untuk Israel, juga mengatakan negara itu akan terus mengambil langkah yang diperlukan terhadap program nuklir Teheran.

Peneliti Brookings Institution, Bruce Riedel, yang juga mantan pejabat di Central Intelligence Agency dengan pengalaman di Israel, mengatakan kepada surat kabar Amerika Serikat itu bahwa Yerusalem menunjukkan tingkat kemampuan yang luar biasa dalam menyerang individu-individu penting di wilayah musuh.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Riedel seperti dikutip dari The Times of Israel. "Dan itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan dilawan secara efektif oleh Iran."

Riedel juga mengatakan bahwa Israel telah menggunakan hubungan dekatnya dengan negara-negara tetangga Iran, seperti Azerbaijan, untuk pengawasan dan perekrutan operator. Ini tercatat dari penggunaan drone buatan Israel oleh Azeri dalam konfliknya baru-baru ini dengan Armenia.

Riedel mengatakan pembunuhan Fakhrizadeh pada Jumat dalam serangan pemboman dan penembakan di luar Teheran yang secara luas dikaitkan dengan Israel dapat menjadi indikasi bahwa setelah jeda, negara Yahudi itu mengaktifkan kembali jaringan operasinya yang terdiri dari para imigran Iran yang tinggal di Israel dan kolaborator Iran.

"Saya pikir itu adalah sinyal bahwa permainan sedang berlangsung atau datang," kata mantan pejabat intelijen itu.

Televisi Israel melaporkan, Sabtu, bahwa pembunuhan Fakhrizadeh menjadi titik puncak dari rencana strategis Israel yang panjang untuk menyabotase program nuklir Iran dan mencabut sumber pengetahuan yang tak tergantikan dari Republik Islam.

Sumber intelijen Barat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Channel 12 bahwa pembunuhan fisikawan nuklir tersebut, yang digambarkan di masa lalu sebagai bapak proyek Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, merupakan puncak dari rencana jangka panjang Israel.

Menteri Energi Yuval Steinitz mengatakan kepada penyiar publik Kan pada hari Minggu bahwa pembunuhan Fakhrizadeh tergolong hal yang positif bagi dunia.

"Pembunuhan di Iran, siapa pun yang melakukannya, itu tidak hanya melayani Israel, tetapi seluruh kawasan dan dunia," kata Steinitz. (OL-14)

BERITA TERKAIT