30 November 2020, 00:45 WIB

Iran Tuduh Israel Bunuh Ilmuwan Nuklirnya


Nur Aivanni | Internasional

PRESIDEN Iran Hassan Rouhani pada Sabtu (28/11) menuduh musuh bebuyutan negaranya, Israel, bertindak sebagai ‘tentara bayaran’ AS dan berusaha untuk menciptakan kekacauan. Hal itu dikatakannya terkait dengan pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh.

Rouhani menekankan bahwa pihaknya akan membalas dendam pada waktunya dan tidak terburu-buru masuk ke dalam ‘jebakan’. “Mereka berpikir untuk menciptakan kekacauan, tetapi mereka harus tahu bahwa kami telah membaca tangan mereka dan mereka tidak akan berhasil,” kata Rouhani.

Dia menyalahkan pembunuhan itu pada tangan jahat dari arogansi global, dengan rezim Zionis sebagai tentara bayaran. Iran pada umumnya menggunakan isti lah ‘arogansi global’ untuk mengungkapkan pada AS.

“Bangsa Iran lebih pintar, tidak jatuh ke dalam perangkap konspirasi yang dibuat oleh Zionis,” kata Rouhani.

Dalam sebuah pernyataan singkat di situs resminya, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan untuk menghukum para pelaku dan mereka yangbertanggung jawab dalam pembunuhan tersebut.

Mohsen Fakhrizadeh, dijuluki oleh Israel sebagai program ‘bapak’ nuklir Iran, meninggal pada Jumat setelah terluka parah dalam sebuah penyerangan terhadap mobilnya di luar Teheran, menurut Kementerian Pertahanan Iran. Sempat terjadi baku tembak antara penyerang dan pengawal Fakhrizadeh.

Pembunuhan itu terjadi kurang dari dua bulan sebelum Presiden AS terpilih Joe Biden akan siap bertugas setelah empat tahun kebijakan luar negeri yang kacau di Timur Tengah di bawah Presiden AS Donald Trump.


Serukan balas dendam

Para mahasiswa melampiaskan amarah mereka dengan menyerukan balas dendam dan menolak bendera AS dan Israel di luar Kementerian Luar Negeri Iran di Teheran, serta foto Trump dan Biden.

Amerika Serikat memberikan sanksi kepada Fakhrizadeh pada 2008 untuk aktivitas dan transaksi yang berkontribusi pada pengembangan program nuklir Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pernah menggambarkannya sebagai bapak program senjata nuklir Iran. Iran pun telah berulang kali membantah bahwa pihaknya berusaha mengembangkan senjata nuklir.

The New York Times mengatakan seorang pejabat Amerika dan dua intelijen lainnya mengonfirmasi Israel berada di balik serangan itu, tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Sementara itu, PBB menyerukan agar pihak-pihak yang berkepentingan menahan diri. “Kami minta untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi konflik,” kata seorang juru bicara PBB. “Kami mengutuk pembunuhan atau pembunuhan di luar hukum,” tambahnya.

Menteri Kabinet Israel Tzachi Hanegbi mengatakan negaranya sama sekali tidak mengetahui siapa dalang di balik pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh. Teheran diketahui telah menuduh Tel Aviv sebagai otak pembunuhan tersebut.

“Saya tidak tahu siapa yang melakukannya. Bukan karena bibir saya tertutup, karena saya yang bertanggung jawab, saya benar-benar tidak tahu,” kata Hanegbi, Sabtu (28/11), dikutip Al Arabiya.

Pembunuhan Fakhrizadeh adalah yang terbaru dari pembunuhan ilmuwan nuklir di Iran dalam beberapa tahun yang dituduhkan oleh republik Islam itu kepada Israel. (AFP/I-1)


 

BERITA TERKAIT