27 November 2020, 14:46 WIB

Victoria Nihil Kasus Covid-19 Usai Lockdown


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

NEGARA bagian terbesar kedua di Australia, Victoria, yang pernah menjadi hotspot atau pusat wabah covid-19, dilaporkan telah 28 hari tidak mendeteksi kasus covid-19 baru.

Wilayah tersebut saat ini juga tidak memiliki kasus aktif setelah pasien covid-19 terakhir keluar dari rumah sakit minggu ini. Padahal pada Agustus lalu, Victoria mencatat lebih dari 700 kasus dalam sehari dan infeksi aktif berjumlah hampir 8.000 orang.

Baca juga: Dukung Ulama Saudi, Dewan Fatwa UEA Kecam Ikhwanul Muslimin

Penyebaran virus hanya dapat diatasi setelah diberlakukan lockdown yang berlangsung lebih dari 100 hari, menyebabkan sekitar 5 juta orang di Melbourne, kota terbesar kedua di Australia, sebagian besar terkurung di rumah mereka.

Sementara lockdown telah menyebabkan infeksi berkurang, kebijakan tersebut memperlambat pemulihan ekonomi Australia dari resesi pertamanya dalam tiga dekade setelah sebagian besar kegiatan ekonomi negara itu ditutup pada Maret.

Ekonomi Australia menyusut 7 persen dalam tiga bulan hingga akhir Juni, penurunan kuartalan terbesar sejak 1959. Tingkat pengangguran mencapai 7,5 persen pada Juli, tertinggi selama 22 tahun, karena bisnis dan perbatasan ditutup untuk menangani masalah covid-19.

Namun, perlambatan dalam beberapa kasus telah membuat negara bagian dan teritori Australia menghapus pembatasan jarak sosial.

Negara bagian di selatan Australia, Tasmania, pada Jumat menjadi wilayah terbaru yang membuka perbatasannya ke Victoria, menyatukan kembali keluarga yang telah berpisah selama berbulan-bulan.

"Ini sangat sulit, tetapi kami akan menebusnya. Kami akan pergi ke pantai dan menikmati makanan laut Tasmania yang indah dan beberapa pinot noir,” kata Allison Park, seorang warga Victoria yang mengunjungi keluarga di Tasmania. (CNA/OL-6)
 

BERITA TERKAIT