26 November 2020, 08:50 WIB

Boeing 737 Max akan Mengudara di Brasil Akhir Tahun


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

REGULATOR penerbangan Brasil, ANAC, mencabut larangan terbang bagi Boeing 737 Max, menyusul Amerika Serikat (AS) yang memberikan izin terbang bagi pesawat tersebut.

Pada Selasa (24/11), Badan Keamanan Penerbangan Uni Eropa (European Union Aviation Safety Agency/EASA) telah menetapkan persyaratan untuk mengembalikan pesawat ke dalam layanan, termasuk pelatihan baru dan memperbarui perangkat lunak MCAS yang menyebabkan kecelakaan.

Regulator tertinggi Brasil mengatakan Gol Linhas Aereas Inteligentes SA, satu-satunya maskapai penerbangan yang mengoperasikan pesawat model tersebut di Brasil, sedang menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk melanjutkan penerbangan.

Baca juga: Presiden Tiongkok Xi Jinping Sampaikan Selamat Kepada Biden

Pekan lalu, Gol telah mengatakan pihaknya dapat melanjutkan penerbangan jet Boeing 737 MAX pada akhir tahun.

Sejumlah regulator telah menunggu keputusan EASA sebelum mencabut kebijakan mereka sendiri setelah krisis keselamatan Boeing selama 20 bulan telah menguji kepercayaan pada kepemimpinan penerbangan AS.

Pengawas kelaikan udara ANAC Jose Roberto Honorato mengatakan, regulator Brasil akan menerapkan ketentuan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) AS untuk mengembalikan MAX ke dalam layanan dan mengecilkan perbedaan antara regulator.

EASA berbeda dari FAA dalam mengatakan bahwa pilot dapat menghentikan getaran alarm stick shaker jika tidak sengaja berbunyi, menghentikan gangguan yang dianggap telah menambah masalah bagi kedua kru pesawat dalam menangani penerbangan yang fatal.

Hal ini juga memberikan satu pembatasan sementara pada penggunaan autopilot, tidak seperti AS.

"Perbedaan tersebut bukanlah hal yang aneh, terutama dalam proyek pesawat yang kompleks seperti 737 MAX," kata Jose.

"Kami tidak akan memiliki perbedaan dengan FAA,” imbuhnya.

Kanada diperkirakan juga akan mencabut larangan tersebut. Penerbangan Boeing 737 MAX di AS akan dilanjutkan pada 29 Desember. Sementara, di Eropa, penerbangan resmi akan berlangsung mulai pertengahan Januari. (CNA/OL-1)

BERITA TERKAIT