25 November 2020, 03:50 WIB

Lampu Hijau Trump untuk Transisi


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

SETELAH berminggu-minggu menentang hasil pemilu, Presiden Donald Trump akhirnya mengizinkan para pejabat untuk melanjutkan transisi bagi presiden terpilih, Joe Biden, serta memberi akses pengarahan dan pendanaan bagi saingannya tersebut.

Selama ini, Trump menuding telah terjadi kecurangan pada hasil pemilu yang diumumkan pada 3 November tanpa memberikan bukti konkret. Meskipun dia belum mengakui kemenangan Biden, pernyataan Trump kemarin mengisyaratkan bahwa dia mulai mengakui kekalahannya.

Administrasi Layanan Umum (GSA), yang merupakan agen federal yang harus menandatangani transisi kepresidenan, kemarin, mengatakan kepada Biden bahwa ia dapat secara resmi memulai proses serah terima.

Administrator GSA, Emily Murphy, menulis dalam sebuah surat bahwa Biden sekarang akan memiliki akses ke sumber daya yang sebelumnya diblokir dari presiden terpilih tersebut karena upaya hukum Trump yang berusaha untuk membatalkan kemenangan Biden.

Langkah GSA membuat tim Biden sekarang akan memiliki dana federal dan kantor resmi untuk melakukan transisi hingga ia menjabat pada 20 Januari 2021. Ini juga membuka jalan bagi Biden dan Wakil Presiden terpilih, Kamala Harris, untuk menerima pengarahan keamanan nasional reguler.

Pengumuman itu keluar tidak lama setelah pejabat negara bagian Michigan menyer­tifikasi Biden sebagai pemenang di negara bagian mereka. Itu membuat upaya hukum Trump untuk mengubah hasil pemilu semakin mustahil.

Trump dan penasihatnya mengatakan bahwa pihaknya akan terus menempuh jalur hukum, tetapi cicitannya di Twitter telah menandakan pihak Gedung Putih mengerti bahwa sudah hampir waktunya untuk lengser.

“Kasus kami terus berlanjut, kami akan mempertahankan pertarungan yang baik, dan saya yakin kami akan menang! Namun, demi kepentingan terbaik negara, saya merekomendasikan agar Emily dan timnya melakukan apa yang perlu dilakukan terkait dengan protokol awal dan telah memberi tahu tim saya untuk melakukan hal yang sama,” tulis Trump.

Namun, seorang penasihat Trump menggambarkan bahwa langkah tersebut mirip seperti saat kedua kandidat mendapat pengarahan selama kampanye dan mengatakan bahwa cicitan Trump bukanlah pengakuan kekalahan.

Terpisah, tim transisi Biden mengatakan, pertemuan dengan pejabat federal akan dimulai dengan membahas respons Wa­shington terhadap pandemi covid-19 bersama diskusi tentang masalah keamanan.

Hubungan Uni Eropa

Joe Biden telah berbicara dengan kepala lembaga Uni Eropa dan NATO serta menekankan komitmennya untuk memperdalam ataupun merevitalisasi hubungan Amerika Serikat-Eropa.

Dia juga berbicara dengan kepala aliansi pertahanan transatlantik NATO Jens Stoltenberg. Biden mengatakan tentang komitmen abadi Amerika Serikat terhadap NATO.

Trump sebelumnya menuding UE telah mencurangi AS dalam perdagangan. Sementara itu, Biden mengungkapkan harapannya bahwa kedua belah pihak akan terus bekerja sama.

“Mari kita bangun kembali aliansi UE dan AS yang kuat,” cicit Kepala Dewan Eropa Charles Michel setelah berbicara dengan Biden. (AFP/Nur/X-11)

BERITA TERKAIT