24 November 2020, 23:38 WIB

Pejabat Saudi dan Israel Akui Netanyahu Temui Muhammad bin Salman


Mediaindonesia.com | Internasional

SEORANG penasihat pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi bahwa Putra Mahkota Riyadh Muhammad bin Salman (MBS) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pembicaraan pada Minggu (22/11) tentang Iran dan normalisasi hubungan. Sayangnya, tidak ada kesepakatan substansial yang dicapai keduanya.

The Wall Street Journal melaporkan itu pada Senin (23/11). Dua penasihat pemerintah Saudi mengonfirmasi perjalanan pemimpin Israel itu ke Arab Saudi pada Minggu malam kepada surat kabar Amerika Serikat tersebut.

Salah satu sumber mengatakan lebih rinci bahwa pertemuan yang berlangsung beberapa jam itu berfokus pada Iran dan pembentukan hubungan diplomatik antara Riyadh dan Yerusalem, tapi tidak menghasilkan kesepakatan yang substansial. Menteri Pendidikan Israel Yoav Gallant juga mengonfirmasi perjalanan tersebut. Ia menyebutnya sebagai pencapaian yang luar biasa.

Menurut situs berita Ynet, yang mengutip dua pejabat yang terlibat dalam pembicaraan tersebut, MBS tidak keberatan jika pertemuan itu dipublikasikan. "Pertemuan itu juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Kepala Badan Intelijen Israel Mossad Yossi Cohen," kata seorang pejabat Israel kepada media berbahasa Ibrani.

Pompeo sebelumnya pada Senin mengatakan dia telah mengadakan pertemuan konstruktif dengan putra mahkota Arab Saudi malam sebelumnya saat dia menyelesaikan tur tujuh negara, termasuk singgah di Israel dan negara-negara Teluk. Dia tidak menyebutkan kehadiran pemimpin Israel itu.

Kantor Netanyahu juga belum mengonfirmasi pertemuan itu pada Senin sore dan pers Saudi belum menyebutkan pembicaraan tersebut.

Pompeo bepergian dengan rombongan pers Amerika dalam perjalanannya di seluruh Timur Tengah. Tapi, ia meninggalkan mereka di bandara Neom ketika dia pergi mengunjungi MBS.

Laporan pertama perjalanan Netanyahu--pertemuan pertama yang diketahui antara para pemimpin Israel dan Saudi--muncul setelah jurnalis Israel memperhatikan bahwa jet pribadi telah melakukan perjalanan langka antara Tel Aviv dan Neom pada Minggu malam. Ini sontak memicu spekulasi pertemuan tingkat tinggi.

Menurut data dari situs web FlightRadar24.com, jet pribadi Gulfstream IV lepas landas tepat setelah pukul 17.40 GMT dari Bandara Internasional Ben-Gurion dekat Tel Aviv ke Neom Arab Saudi. Penerbangan itu melakukan perjalanan ke selatan di sepanjang tepi timur Semenanjung Sinai sebelum berbelok ke Neom dan mendarat tepat setelah 18.30 GMT. Penerbangan lepas landas dari Neom sekitar 21.50 GMT dan mengikuti rute yang sama kembali ke Tel Aviv.

Bahrain, Sudan, dan Uni Emirat Arab telah mencapai kesepakatan di bawah pemerintahan Trump untuk menormalkan hubungan dengan Israel. Arab Saudi sejauh ini tetap berada di luar jangkauan.

Pada September, kerajaan tersebut menyetujui penggunaan wilayah udara Saudi untuk penerbangan Israel ke UEA. Keputusan yang diumumkan sehari ini setelah menantu dan penasihat senior Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, bertemu dengan Pangeran MBS di Riyadh. Bahrain juga menunjukkan setidaknya persetujuan Saudi terhadap gagasan itu, karena kerajaan pulau itu bergantung pada Riyadh.

Israel telah lama memiliki hubungan rahasia dengan negara-negara Teluk Arab yang telah menguat dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, mereka menghadapi ancaman bersama yaitu Iran.

Pemerintahan Trump berharap Arab Saudi akan bergabung dengan UEA dan Bahrain dalam mengakui Israel dan menjalin hubungan diplomatik. Langkah ini dipandang semakin jauh setelah terpilihnya Joe Biden sebagai presiden AS. Tetapi para pemimpin Saudi sampai sekarang telah mengindikasikan bahwa perdamaian Israel-Palestina harus didahulukan.

"Kami telah mendukung normalisasi dengan Israel untuk waktu yang lama, tetapi satu hal yang sangat penting harus terjadi terlebih dahulu yaitu kesepakatan damai permanen dan penuh antara Israel dan Palestina," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud pada Minggu.

Pada akhir Oktober, ketika mengumumkan bahwa Israel dan Sudan akan berdamai, Trump memperkirakan bahwa Arab Saudi akan segera menyusul. Selama berbincang lewat telepon dengan Netanyahu, Presiden Dewan Kedaulatan Sudan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, dan Perdana Menteri Sudan Abdalla Hamdok, Trump membawa wartawan ke Oval Office dan mengumumkan bahwa Negara Israel dan Republik Sudan telah setuju untuk berdamai."

Ia pun mengatakan kepada wartawan bahwa ada lima negara yang ingin mengikuti langkah itu. "Kami berharap Arab Saudi akan menjadi salah satu dari negara-negara itu," tambah Trump sambil memuji penguasa negara yang sangat dihormati, Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman. (Times of Israel/OL-14)

BERITA TERKAIT