24 November 2020, 19:58 WIB

Layanan Saudi Aramco tak Terganggu Meski Diserang Rudal


Nur Aivanni | Internasional

RAKSASA minyak, Saudi Aramco memastikan, pelanggan tidak terpengaruh oleh serangan pemberontak Houthi di Yaman, yang menembakkan rudal ke pabrik distribusi minyak bumi di kota Jeddah, Laut Merah, Arab Saudi pada Senin (23/11).

Salah satu tanki fasilitas dihantam rudal pada Senin pagi. Serangan itu melumpuhkan 10 persen dari semua bahan bakar yang disimpan di pabrik, seorang pejabat Saudi Aramco mengatakan pada hari Selasa. Salah satu dari 13 di fasilitas tersebut saat ini tidak berfungsi.

Pejabat itu menggambarkan serangan tersebut berdampak pada distribusi minyak, yang dilaporkan lebih dari 120.000 barel produk minyak per hari didistribusi.

Kebakaran akibat serangan itu padam dalam waktu sekitar 40 menit tanpa korban, tulis Al Jazeera, Selasa (24/11).

Baca juga : Tiongkok Luncurkan Misi Luar Angkasa Bawa Puing dari Bulan ke Bumi

Fasilitas produksi dan ekspor minyak Aramco sebagian besar berada di Provinsi Timur Saudi, lebih dari 1.000 km di seluruh negeri dari Jeddah.

Seorang juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, menuturkan, serangan itu dilakukan dengan rudal bersayap tipe Quds-2. Dia juga memosting gambar satelit dengan label 'pabrik Jeddah Utara-Saudi Aramco'.

"Serangan itu sangat akurat, dan ambulans serta mobil pemadam kebakaran melesat ke sasaran," kata Sarea.

Diketahui, Yaman sudah terlibat dalam konflik dengan pimpinan Saudi sejak Maret 2015. Saudi dan sekutu mengamankan pemerintahan yang digulingkan oleh pasukan Houthi pada akhir 2014. (Al Jazeera/OL-7)

BERITA TERKAIT