23 November 2020, 17:28 WIB

Diam-Diam, PM Israel Netanyahu Terbang Temui Putra Mahkota Saudi


Mediaindonesia.com | Internasional

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu diam-diam terbang ke Arab Saudi pada Minggu (22/11). Ia bertemu Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman (MBS) dan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.

Peristiwa itu, jika dikonfirmasi, akan menandai pertemuan pertama yang diketahui antara pejabat senior Israel dan Saudi. Ini terjadi di tengah dorongan AS untuk meyakinkan negara-negara Arab agar menormalisasi hubungan dengan Israel.

Sejumlah media Israel, Radio publik, Kan, dan Radio Angkatan Darat pada Senin (23/11) mengatakan Kepala Mossad Yossi Cohen juga menghadiri pertemuan tersebut. Kabarnya, pertemuan berlangsung di Neom, pantai Laut Merah Arab Saudi.

Kantor Netanyahu dan kedutaan AS untuk Israel belum memberikan komentar. Belum ada komentar pula dari pemerintah Saudi.

Menurut harian Israel, Haaretz, data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa terdapat jet pribadi melakukan perjalanan singkat dari Tel Aviv ke Neom, tempat MBS dan Pompeo mengadakan pertemuan yang dijadwalkan pada Minggu.

Situs web pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa pesawat itu mendarat selama sekitar dua jam sebelum kembali ke Israel sekitar setengah jam lewat tengah malam.

Jet itu, menurut Haaretz, diidentifikasi sebagai pesawat pribadi yang digunakan Netanyahu beberapa kali untuk kunjungannya ke Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pompeo telah mencoba membujuk Arab Saudi untuk mengikuti tetangganya, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, dalam membangun hubungan formal dengan Israel. Pemulihan hubungan ini dibangun sebagian besar atas dasar keprihatinan bersama atas Iran.

Riyadh sejauh ini menolak untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Dalihnya, Negara Palestina harus ditangani terlebih dahulu. Tetapi Saudi telah mengizinkan maskapai penerbangan Israel untuk terbang melewati wilayah mereka ke Teluk dan Asia yang tersedia.

Selama akhir pekan, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan negaranya mendukung normalisasi dengan Israel untuk waktu yang lama. Akan tetapi satu hal yang sangat penting harus terjadi terlebih dahulu yakni kesepakatan damai permanen dan penuh antara Israel dan Palestina.

Selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, bulan lalu, Pompeo telah mendesak Saudi untuk mempertimbangkan normalisasi hubungan dengan Israel.

"Kami berharap Arab Saudi akan mempertimbangkan untuk menormalisasi hubungannya juga. Kami ingin berterima kasih kepada mereka atas bantuan yang telah mereka berikan dalam keberhasilan Persetujuan Abraham sejauh ini," kata Pompeo. (Aljazeera/OL-14)

BERITA TERKAIT