19 November 2020, 13:38 WIB

Bahrain Desak Pembicaraan Damai Baru Israel-Palestina


Mediaindonesia.com | Internasional

MENTERI Luar Negeri Bahrain menyerukan pembicaraan damai baru antara Israel-Palestina selama pertemuan pentingnya di Israel dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Rabu (18/11).

Pompeo--diplomat utama Presiden Donald Trump--dalam kunjungan perpisahan ke sekutu dekat Israel tidak membahas perselisihan negara Yahudi tersebut dengan Palestina. Rencana perjalanan yang direncanakannya pada Kamis (19/11) ke bisnis milik Yahudi di Tepi Barat yang diduduki menuai protes dari rakyat Palestina.

Menlu Bahrain Abdellatif al-Zayani mengatakan kesepakatan bersejarah dengan penengah AS yang dibuat oleh kerajaan Teluk dan Uni Emirat Arab untuk menormalkan hubungan dengan Israel akan membantu menerbitkan fajar perdamaian untuk seluruh Timur Tengah.

"Untuk mencapai dan mengonsolidasikan perdamaian seperti itu, konflik Palestina dan Israel perlu diselesaikan," kata menteri itu ketika Pompeo dan Netanyahu berdiri di depan konferensi pers bersama.

"Oleh karena itu, saya menyerukan kedua pihak untuk menyiasati meja perundingan untuk mencapai solusi dua negara yang layak," kata menteri pertama Bahrain dalam kunjungan resmi ke Yerusalem. Kedua belah pihak sepakat untuk mendirikan kedutaan di negara masing-masing.

Pompeo tidak memiliki pertemuan terjadwal dengan para pemimpin Palestina yang telah dengan keras menolak sikap Trump tentang konflik tersebut, termasuk pengakuan Washington atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pompeo malah menekankan perlu bekerja sama untuk mengisolasi musuh bersama yaitu Iran yang ditargetkan oleh Departemen Keuangan AS dengan sanksi baru pada hari yang sama.

"Iran semakin terisolasi dan ini akan selamanya sampai mereka mengubah arah mereka," kata Pompeo. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT