18 November 2020, 08:28 WIB

Prancis Minta Rusia Perbaiki Kesepakatan Damai di Karabakh


Basuki Eka Purnama |

PRANCIS, Selasa (17/11), mendesak Rusia menghilangkan ambiguitas dalam kesepakatan damai antara Armenia dan Azerbaijan yang mengakhiri pertempurna di Nagorno-Karabakh, terutama peran Turki dan pejuang asing.

Presiden Rusia Vladimir Putin sukses membuat Azerbaijan dan Armenia menyepakati gencatan senjata yang membuat Azerbaijan mendapatkan keuntungan di kawasan yang disengketakan setelah beberapa pekan pertempuran.

Namun, kesepakatan damai itu tidak melibatkan Prancis atau negara Barat lainnya.

Baca juga: Jerman Larang Aksi Demonstrasi di Luar Gedung Parlemen

"Kita harus menghilangkan ambiguitas terkait pengungsi, pembatasan gencatan senjata, keberadaan Turki, kembalinya para petempur, dan awal negosiasi mengenai status Nagorno-Karabakh," ujar Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian.

Le Drian mengatakan masalah itu akan dibahas dalam pertemuan di Moskow yang diikuti diplomat dari kelomopok Minsk, kelompok yang berusaha mencari solusi konflik di Nagorno-Karabakh. Kelompok itu dipimpin oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat (AS).

Kementerian Luar Negeri AS mendukung pandangan Prancis dan mengatakan masih banyak pertanyaan mengenai kesepakatan damai itu.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kesepakatan gencatan senjata barulah langkah awal menuju terbentuknya permukiman yang damai.

Pompeo mendesak semua pihak untuk membahas hal itu dalam pertemuan Grup Minsk. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT