12 November 2020, 07:37 WIB

Putra Mahkota Bahrain Ditunjuk Jadi Perdana Menteri


Basuki Eka Purnama | Internasional

PUTRA Mahkota Bahrain Sheikh Salman bin Hamad al-Khalifa, Rabu (11/11), ditunjuk sebagai perdana menteri pascakematian kakeknya yang telah menjabat sejak kemerdekaan Bahrain pada 1971.

Pangeran Khalifa bin Salman al-Khalifa, perdana menteri terlama di dunia, meninggal dunia di usia 84 tahun saat menjalani perawatan medis di Amerika Serikat (AS).

Pangeran Khalifa adalah figur kontroversial selama lima dekade menjabat. Dia dituding menentang upaya reformasi dan selalu mematikan pergerakan para aktivis. Dia juga sangat tidak populer di mata populasi Syiah di negara itu.

Baca juga: KJRI Pastikan tidak Ada WNI Jadi Korban Ledakan di Jeddah

Ketika aksi demonstrasi yang dimotori kelompok Syiah menduduki Alun-Alun Mutiara di Manama selama satu bulan, 2011 lalu, tuntutan utama mereka adalah agar Pangeran Khalifa mengundurkan diri.

Penerusnya, yang merupakan bagian dari generasi baru pemimpin Teluk didikan Barat, berusaha membangun jembatan dengan lawan-lawan politik pemerintah.

Setelah menempuh pendidikan di Amerika Serikat (AS) dan Inggris, Sheih Salman awalnya menjabat sebagai wakil perdana menteri dan wakil komandan tertinggi angkatan bersenjata Bahrain.

Raja Hamad mengeluarkan surat perintah yang menunjuk putranya sebagai kepala Komisi Menteri.

Upacara pemakaman Pangeran Khalifa akan digelar saat jenazahnya tiba di Bahrain dan akan dilakukan sesuai protokol kesehatan covid-19.

Bahrain telah menetapkan masa berkabung nasional selama sepekan dengan bendera-bendera dikibarkan setengah tiang. Kantor pemerintah juga diliburkan selama tiga hari. (AFP/OL-1)

 

BERITA TERKAIT