06 November 2020, 15:42 WIB

Sikap Biden tentang Perjanjian Nuklir Panaskan Iran-Israel


Wisnu Arto Subari | Internasional

POSISI kandidat presiden Amerika Serikat asal Demokrat, Joe Biden, tentang kesepakatan nuklir Iran dinilai dapat mengarah pada konfrontasi keras antara republik Islam itu dengan Israel.

"Biden telah lama mengatakan secara terbuka bahwa dia akan kembali ke perjanjian nuklir Iran pada 2015," kata Menteri Permukiman Tzachi Hanegbi kepada harian lokal The Jerusalem Post yang dikutip dari Arabnews.

Hanegbi mengatakan sebagian besar orang Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, melihat kesepakatan nuklir pada 2015 sebagai kesalahan dan meremehkan.

"Jika Biden tetap dengan kebijakan itu, pada akhirnya akan ada konfrontasi dengan kekerasan antara Israel dan Iran," katanya.

Namun menteri Israel lain memiliki pendapat berbeda tentang kemungkinan kemenangan Biden. Ketua Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Knesset Zvi Hauser mengatakan dia mengetahui sikap Biden selama masa jabatannya sebagai wakil presiden AS.

Ia menyebut Biden sebagai teman sejati Israel. "Saya berasumsi bahwa jika kesepakatan nuklir Iran diperbarui, itu akan lebih baik daripada yang sebelumnya," tambahnya.

Di sisi lain, jika mantan wakil presiden, Joe Biden, dinyatakan sebagai pemenang dalam pemilihan presiden AS, itu akan mempercepat pemilihan baru di Israel. Ini disampaikan anggota senior koalisi parlemen Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kepada The Media Line seperti dikutip The Jerusalem Post.

"Netanyahu memiliki pintu terbuka ke Gedung Putih (Donald Trump). Dia mungkin tidak lagi memiliki ikatan yang kuat dengan Biden," ujar anggota Knesset itu.  (OL-14)

BERITA TERKAIT