27 October 2020, 21:12 WIB

Iran Sambut Presiden Baru AS yang kembali pada Kesepakatan Nuklir


Wisnu Arto Subari | Internasional

IRAN akan menyambut AS kembali pada kesepakatan nuklir 2015 setelah pemilihan presiden negeri Paman Sam itu pada 3 November. Syaratnya, ada jaminan AS untuk tidak mundur lagi dari kesepakatan tersebut.

"Tidak ada bedanya bagi kami siapa pun presiden di Amerika yang memutuskan untuk kembali ke kesepakatan antara Teheran dan kekuatan dunia," ujar juru bicara pemerintah Ali Rabiei, Selasa (27/10).

"Kami akan menyambut baik keputusan seperti itu oleh presiden mana pun," katanya.

Namun, Washington harus siap untuk dimintai pertanggungjawaban atas kerusakan yang ditimbulkannya kepada rakyat Iran selama negara itu mundur dari kesepakatan. Mereka, imbuh Rabiei, diminta memberikan jaminan tidak akan mengulangi tindakan tersebut.

Ketegangan meningkat antara Washington dan Teheran di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Pasalnya, Trump menarik diri dari kesepakatan pada 2018 dan secara sepihak memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran.

Joe Biden, penantang Trump yang memimpin dalam pemilihan, mendukung diplomasi dengan Iran. Ia mendukung perjanjian nuklir yang dinegosiasikan saat dia menjadi wakil presiden mendampingi Barack Obama.

Pemerintahan Trump menuduh Iran serta Rusia berusaha ikut campur dalam pemilu 2020. Tuduhan ini dibantah keras oleh Teheran.

Para pejabat Iran telah berulang kali mengatakan mereka tidak mendukung kandidat tertentu dalam pemilihan umum tersebut. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT