27 October 2020, 20:44 WIB

Saudi Kecam Kartun Nabi Muhammad dan Aksi Ekstremisme


Mediaindonesia.com |

KERAJAAN Arab Saudi mengecam kartun yang menghina Nabi Muhammad dan segala upaya untuk mengaitkan Islam dengan terorisme. Akan tetapi, Saudi tidak menggemakan seruan untuk mengambil tindakan terkait gambar Nabi yang dipajang di Prancis.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Saudi melalui pernyataan, Selasa (27/10), juga mengatakan bahwa negara Teluk itu mengecam semua aksi terorisme. Pernyataan itu secara gamblang merujuk pada kasus pemenggalan guru di Prancis oleh seorang ekstremis yang ingin membalas penggunaan kartun Nabi Muhammad sebagai bahan diskusi soal kebebasan berpendapat, baru-baru ini, pada Oktober.

"Kebebasan berekspresi dan kebudayaan harus menjadi mercusuar dari sikap menghormati, toleransi, dan perdamaian yang menolak praktik dan tindakan yang menimbulkan kebencian, kekerasan, ekstremisme, dan bertentangan dengan koeksistensi," bunyi pernyataan yang disiarkan media pemerintah.

Meskipun begitu, seruan untuk memboikot jaringan supermarket Prancis, Carrefour, menjadi tren di media sosial. Padahal hanya ada dua gerai utama di Riyadh. Tapi, pada Senin (26/10) tampak gerai tersebut tetap ramai seperti biasa.
 
Perwakilan perusahaan tersebut di Prancis mengaku pihaknya belum merasakan dampak apa pun. Majid Al Futtaim yang berpusat di Uni Emirat Arab, pemilik sekaligus operator Carrefour di seluruh Timur Tengah, mengatakan jaringan tersebut membantu perekonomian kawasan dengan mengambil sebagian besar produk dari pemasok lokal dan mempekerjakan ribuan orang.

"Kami memahami ada keprihatinan di kalangan konsumen di seluruh kawasan pada saat ini. Kami sedang memantau situasinya secara seksama," katanya, Senin.

Gambar Nabi Muhammad menuai kemarahan di dunia Muslim. Presiden Turki menyerukan pemboikotan produk Prancis dan parlemen Pakistan mengesahkan resolusi yang mendesak pemerintah untuk menarik utusannya dari Paris. Di negara tetangga Saudi, Kuwait, sejumlah pasar swalayan telah menarik produk-produk Prancis berdasarkan arahan serikat koperasi. (Ant/OL-14)

BERITA TERKAIT