21 October 2020, 09:23 WIB

Singapore Airlines Buka Kembali Penerbangan Nonstop ke New York


Basuki Eka Purnama | Internasional

SINGAPORE Airlines (SIA) akan kembali ke New York pada 9 November 2020 saat maskapai tersebut meluncurkan penerbangan nonstop antara Singapura dan Bandara Internasional John F Kennedy.

Pelayanan menuju Bandara International JFK memungkinkan Singapore Airlines mengakomodasi gabungan lalu lintas penumpang dan kargo menuju New York dengan lebih baik dalam iklim operasi saat ini.

Layanan nonstop SIA ke New York juga akan didukung peningkatan jumlah penumpang transfer yang kini dapat transit melalui Bandara Changi Singapura.

Baca juga: Jelang Pilpres, Trump Terus Kampanye & Biden Berdiam di Rumah

SIA juga mengantisipasi permintaan kargo yang signifikan dari berbagai industri yang berbasis di area metro New York, termasuk perusahaan farmasi, e-commerce, dan teknologi.

Layanan baru ini akan menyediakan satu-satunya jalur kargo udara nonstop dari Timur Laut Amerika Serikat (AS) ke Singapura, yang berfungsi sebagai pusat distribusi regional bagi banyak perusahaan besar yang berbasis di AS.

Singapore Airlines akan mengoperasikan pesawat jarak jauh Airbus A350-900 pada rute tersebut. Pesawat ini dikonfigurasi dengan 42 kursi Kelas Bisnis, 24 Kelas Premium Ekonomi, dan 187 kursi Kelas Ekonomi.

Saat ini, Singapore Airlines masih mengoperasikan layanan nonstop ke Los Angeles. Singapore Airlines akan terus meninjau kembali operasinya ke AS dan terus mengkaji peningkatan permintaan untuk perjalanan udara di tengah pemulihan dari pandemi covid-19 yang sedang berlangsung, sebelum memutuskan untuk memulihkan layanan ke rute lain di negara tersebut.

"Mengoperasikan penerbangan antara Singapura dan Bandara Internasional JFK New York ini merupakan langkah penting dalam membangun kembali jaringan global kami. Layanan nonstop yang sangat panjang adalah landasan utama pelayanan kami untuk pasar penting di AS. Kami akan terus meningkatkan layanan yang ada dan memulihkan rute lain seiring dengan kembalinya permintaan untuk layanan penumpang dan kargo," ungkap Executive Vice President Commercial Singapore Airlines Lee Lik Hsin.

"Meskipun masa-masa ini sulit bagi industri penerbangan, ada beberapa tanda awal pemulihan perjalanan udara. Pelanggan kami mengatakan bahwa mereka semakin percaya terhadap perjalanan udara, mengingat langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang diterapkan, serta serangkaian aturan dan tes kesehatan untuk melindungi mereka dan staf kami. Optimisme ini juga didorong oleh langkah negara-negara seperti Singapura, yang melonggarkan pembatasan baik pada penumpang transit maupun yang datang, dengan cara yang aman dan bertahap."

"Pentingnya perjalanan udara tetap tidak berubah meski terjadi pandemi. Perjalanan udara dapat menjembatani jarak yang jauh, dan secara fisik menyatukan keluarga dan teman, mendukung perjalanan bisnis dan liburan, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Hal itu memberi kami keyakinan tentang prospek jangka menengah hingga jangka panjang pada industri ini," pungkasnya. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT