17 September 2020, 00:05 WIB

Barbados Ingin Ratu Elizabeth tidak Lagi Jadi Kepala Negara


Widhoroso, Haufan Hasyim Salengke | Internasional

BARBADOS mengumumkan keinginan untuk tidak lagi menempatkan Ratu Inggros, Elizabeth sebagai kepala negara. Negara di perairan Karibia itui ingin menjadi negara republik. "Waktunya telah tiba untuk sepenuhnya meninggalkan masa lalu kolonial kita," jelas pemerintah Barbados dalam pernyataannya, Rabu (16/9).

Keinginan tersebut dinyatakan dengan tujuan untuk menyelesaikan proses tepat waktu untuk peringatan 55 tahun kemerdekaan Barbados dari Inggris, pada November 2021 mendatang.

Pidato yang ditulis oleh Perdana Menteri Mia Mottley mengatakan warga Barbados menginginkan seorang kepala negara yang berasal dari negera mereka. "Ini adalah pernyataan keyakinan tertinggi pada siapa kami dan apa yang mampu kami capai," jelas Mottley.

Istana Buckingham mengatakan bahwa itu adalah urusan pemerintah dan rakyat Barbados. Sebuah sumber di Istana Buckingham mengatakan bahwa gagasan itu tidak tiba-tiba dan telah diperdebatkan dan dibicarakan secara terbuka berkali-kali.

Jika menjadi negara republik, Barbados tidak akan menjadi bekas koloni Inggris pertama di Karibia yang mengubah sistem ketatanegaraan. Guyana mengambil langkah itu pada 1970, kurang dari empat tahun setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Trinidad dan Tobago mengikutinya pada 1976 dan Dominika pada 1978. (BBC/R-1)

BERITA TERKAIT