15 September 2020, 05:00 WIB

Inilah Langkah yang Dipilih ByteDance Terkait TikTok


Mediaindonesia.com | Internasional

ByteDance batal menjual operasi TikTok di Amerika Serikat, dan lebih memilih untuk bermitra dengan Oracle, yang diharap akan dapat menghindar dari larangan AS sambil menenangkan Tiongkok, Reuters melaporkan, Senin (14/9).

Sementara TikTok semakin terkenal di kalangan remaja, pejabat AS khawatir informasi pengguna dapat diteruskan ke pemerintah Tiongkok. TikTok, yang memiliki 100 juta pengguna di AS, mengatakan tidak pernah membagikan data seperti itu dengan otoritas Tiongkok.

Negosiasi penjualan dibatalkan ketika Tiongkok memperbarui aturan kontrol ekspornya bulan lalu, yang berpengaruh pada transfer algoritma TikTok ke pembeli asing. Akhir pekan lalu, Reuters melaporkan bahwa Tiongkok lebih memilih TikTok ditutup di AS daripada mengizinkan penjualan paksa.

Saluran televisi Inggris milik pemerintah Tiongkok CGTN, Senin (14/9), mengutip sumber yang mengatakan ByteDance tidak akan menjual operasi TikTok AS ke Oracle atau Microsoft.

Di bawah proposal terbaru ByteDance, Oracle akan menjadi mitra teknologi perusahaan dan mengambil alih pengelolaan data pengguna TikTok di AS, sumber mengatakan kepada Reuters, Minggu (13/9). Oracle juga sedang bernegosiasi untuk mengambil saham dalam operasi TikTok di AS, menurut sumber.

Data TikTok saat ini disimpan di Google cloud.

Beberapa investor teratas ByteDance, termasuk General Atlantic dan Sequoia, juga akan diberikan saham minoritas dalam operasi tersebut, kata salah seorang sumber.

Belum diketahui apakah Trump, yang menginginkan perusahaan teknologi AS untuk memiliki sebagian besar TikTok di Amerika Serikat, akan menyetujui kesepakatan itu. Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS), yang meninjau kesepakatan untuk risiko keamanan nasional, mengawasi pembicaraan ByteDance - Oracle.

"Perlindungan data pengguna dan jaminan seputar bagaimana algoritma perusahaan mendorong konten ke pengguna AS adalah komponen penting dari solusi substantif, tetapi apakah mereka dapat mengubah hasil politik adalah pertanyaan yang jauh lebih sulit," kata pengacara di sektor regulasi, John Kabealo, yang tidak terlibat dalam pembicaraan.

ByteDance dan Oracle tidak menanggapi permintaan komentar Reuters, sementara Gedung Putih menolak berkomentar.

Sementara itu, pimpinan Oracle, Larry Ellison adalah salah satu dari sedikit pendukung Trump di dunia teknologi. Perusahaannya memiliki proses teknologi yang signifikan dalam menangani dan melindungi data, namun tidak ada pengalaman bekerjasama dengan media sosial, sebab klien Oracle adalah perusahaan, bukan konsumen.

Sebelumnya, Microsoft mengatakan ByteDance telah memberi tahu bahwa tidak akan menjual operasi TikTok di AS kepada raksasa perangkat lunak tersebut. Walmart, yang telah bergabung dengan tawaran Microsoft, mengatakan masih tertarik untuk berinvestasi, dan akan berbicara lebih lanjut dengan ByteDance dan pihak lain.

"Ini adalah berita buruk bagi Walmart lebih dari siap pun," ujar profesor investasi dari Peking University, Jeffery Towson. "Menggabungkan hiburan TikTok dan keterlibatan pengguna dengan platform e-commerce adalah cara terbaik untuk mengejar ketinggalan" dengan Amazon. (Ant)

BERITA TERKAIT