14 September 2020, 03:34 WIB

Israel Lockdown Selama Tiga Pekan


Widhoroso | Internasional

PEMERINTAH Israel, Sabtu (13/9) mengumumkan akan memberlakukan penguncian nasional (lockdown) untuk yang kedua kali, selama tiga pekan. Keputusan itu diambil dalam upaya membendung tingkat penyebaran Covid-19 yang mengalami lonjakan.

Israel pada awalnya dipuji secara luas karena mampu meredam penyebaran Covid-19 dengan memberlakukan penguncian yang ketat pada Maret lalu. Namun saat ini, Israel menjadi negara kedua untuk tingkat infeksi virus korona per kapita tertinggi di dunia, setelah Bahrain.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi, mengatakan kabinet telah menyetujui rencana lockd down yang ketat selama tiga minggu, dengan opsi bahwa itu akan diperpanjang.

"Tujuan kami adalah menghentikan peningkatan, mengurangi penularan yang telah melewati ambang 4.000 kasus baru sehari," ujar Netanyahu.

Keputusan lockdown tetap diambil pemerintah Israel meskipun ada penolakan kubu kontingen ultra-Ortodoks di pemerintahan.

Selama penguncian, pemerintah Israel melakukan pembatasan-pembatasan seperti pertemuan di dalam ruangan akan dibatasi hingga 10 orang dan pertemuan di luar ruangan hingga 20. Hakl ini akan memengaruhi kegiatan doa di sinagog-sinagog

Restoran ditutup untuk makan di tempat dan pergerakan akan dibatasi hingga 500 meter dari rumah penduduk. "Saya tahu langkah-langkah ini akan memberikan harga yang mahal bagi kita semua," kata Netanyahu. (AFP/R-1)

 

BERITA TERKAIT