08 September 2020, 02:15 WIB

Topan Haishen Terjang Korea dan Jepang


MI | Internasional

TOPAN Haishen, kemarin, menerjang Korea Selatan dan Jepang serta menyebabkan angin kencang juga hujan deras. Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal atau hilang.

Awalnya, topan itu menimpa Pulau Kyushu di Jepang. Kencangnya hujan dan angin membuat atap-atap rumah rusak serta banjir di mana-mana. Pasokan listrik ke lebih dari 300 ribu rumah juga terganggu.

Tim penolong harus berjuang menembus lumpur dan reruntuhan bangunan untuk mencari empat orang yang hilang seusai terjadi longsor di wilayah perdesaan Miyazaki. 

“Lusinan polisi juga akan datang membantu,” ujar Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga.

Haishen kemudian berlanjut menerjang wilayah Okinawa. Sekitar 1,8 juta warga diminta berlindung di selter karena dikhawatirkan rumah mereka rusak oleh topan berkecepatan 200 kilometer per jam tersebut.

Menjelang siang, topan itu berpindah menghantam Korea Selatan. Ratusan penerbangan terpaksa dibatalkan dan longsor terjadi di mana-mana. Lampu lalu lintas dan pohon-pohon tumbang di sekitar wilayah Busan. Jalanan tertutup banjir dan pasokan listrik terganggu untuk sekitar 20 ribu rumah di berbagai kota di Korsel.

Topan itu juga membuat pasokan listrik untuk pabrik Hyundai Motor di Kota Ulsan terganggu. Akibatnya proses produksi sempat terhenti beberapa jam. Topan Haishen mulai melemah setelah mendekati wilayah Laut Jepang.  Jalanan di kota pelabuhan Sokcho kebanyakan lengang, tetapi beberapa orang nekat menerobos hujan dan angin untuk memotret ombak besar yang menerjang dinding pelabuhan.

Badan Meteorologi Korsel menyebut Haishen mungkin juga akan menghantam wilayah Chongjin di Korea Utara. Sementara itu, televisi pemerintah Korut terus menyiarkan perkembangan cuaca. 

“Warga diminta waspada karena angin kencang,” kata seorang reporter yang meliput situasi di Kota Tongchon.

Korut sebelumnya telah menderita tertimpa topan Maysak, pekan lalu. Pemimpin mereka, Kim Jong-un datang ke wilayah Hamgyong dan meninjau kerusakankerusakan. Kim juga memecat sejumlah pejabat di wilayah itu dan memerintahkan ribuan kader partainya membantu upaya perbaikan. (AFP/Van/Hym/X-11)
 

BERITA TERKAIT