04 September 2020, 11:20 WIB

Covid-19 Melonjak, Israel Berlakukan Karantina Wilayah Parsial


mediaindonesia.com | Internasional

ISRAEL segera memberlakukan karantina wilayah secara parsial pada minggu depan untuk memerangi lonjakan infeksi covid-19.

Pejabat kesehatan negara setempat, Ronni Gamzu, mengatakan, Israel menghadapi momen penting dalam upaya menahan penyebaran covid-19 dengan sekitar 3.000 kasus baru yang dilaporkan setiap hari dalam populasi yang berjumlah sembilan juta jiwa.

Dia menyalahkan sikap apatis di kalangan minoritas Arab terhadap aturan pembatasan sosial, juga tingkat infeksi tinggi di kalangan masyarakat Yahudi ultra-Ortodoks yang punya hubungan erat.

Pakar kesehatan lainnya mengatakan perselisihan politik di antara anggota koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menyebabkan respons yang lambat terhadap gelombang kedua kasus covid-19 setelah lockdown pada Mei lalu.

"Tolong, tidak ada pernikahan sekarang, tidak ada pertemuan massal di mana pun," kata Gamzu dengan suara meninggi saat memohon dalam konferensi pers di TV.

"Ada kota-kota di Israel yang akan diberlakukan jam malam dan ditutup dalam minggu mendatang dan menghadapi kesulitan ekonomi, sosial dan pribadi," ujarnya.

Baca juga: Warga Israel Protes Penanganan Covid-19 oleh Pemerintah

Dia berbicara setelah pemerintah menyetujui pemberlakuan karantina wilayah terhadap kota-kota yang memiliki tingkat infeksi covid-19 tinggi.

Sekitar 30 komunitas, terutama dengan populasi Arab atau ultra-Ortodoks telah dimasukkan ke dalam kategori itu.

Di kota Arab, Nazareth - diidentifikasi oleh otoritas kesehatan sebagai zona merah. Penduduk telah melanggar pembatasan dengan mengadakan pesta pernikahan dan resepsi di rumah.

Mereka juga melanggar aturan dengan mengumpulkan ratusan orang di jalan masuk ke rumah atau di taman untuk menghadiri acara-acara, yang biasanya diadakan di aula, yang sekarang ditutup.

Gamzu mengatakan tingkat infeksi juga tinggi di daerah masyarakat ultra-Ortodoks. Dia mengimbau para pemimpin agama untuk memastikan aturan jarak fisik diikuti. Tahun ajaran Israel dimulai pada 1 September, dengan pengajaran di kelas.

Israel sejauh ini mencatat 122.799 kasus virus corona dan 976 kematian.(Ant/OL-5)

BERITA TERKAIT