03 September 2020, 09:45 WIB

Topan Maysak Hantam Korea Selatan, Ribuan Orang Dievakuasi


Faustinus Nua | Internasional

Otoritas Korea Selatan pada Kamis (3/9) melaporkan sedikitnya satu orang tewas dan lebih dari 2.000 orang dievakuasi ke tempat penampungan sementara saat topan kuat melanda semenanjung itu.

Topan Maysak menghantam di pantai selatan Busan pada Kamis pagi. Topan itu merobohkan lampu lalu lintas dan pepohonan serta membanjiri jalan.

Seorang wanita dilaporkan meninggal setelah embusan angin kencang menghancurkan jendela apartemennya di Busan. Sementara seorang pria berusia 60-an terluka.

Lebih dari 2.200 orang dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Tak ada liran listrik di 120.000 rumah sepanjang malam di seluruh bagian selatan negara itu dan di Pulau Jeju.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Korea Selatan masih Tiga Digit

Maysak 'melakukan perjalanan' ke sisi timur semenanjung ke Laut Jepang, yang dikenal sebagai Laut Timur di Korea, dengan kecepatan hingga 140 km/jam. Maysak diperkirakan akan datang lagi sekitar pukul 0300 GMT di Kimchaek, Provinsi Hamgyong Utara.

"Pengaruh topan di negara kami secara bertahap akan melemah, tapi akan ada hujan lebat dan angin kencang di wilayah timur," kata Badan Meteorologi Korea Selatan.

Bencana alam cenderung berdampak lebih besar di Utara karena infrastrukturnya kurang kokoh. Negara ini memang rentan terhadap banjir karena banyak gunung dan bukit yang telah digunduli.

Media pemerintah Pyongyang bersiaga tinggi, menyiarkan langsung situasi tersebut. "Ciri dari topan ini adalah curah hujan yang tinggi," kata seorang reporter berita untuk Televisi Sentral Korea dalam siaran berita pagi. Dia berdiri di jalan yang tergenang air di pelabuhan timur Wonsan.

"Total curah hujan mulai pukul 21.00 pada 2 September hingga pukul 18.00 pada 3 September adalah 200 mm," tambahnya.

Maysak adalah topan kedua dalam seminggu yang menghantam semenanjung Korea. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pekan lalu mengunjungi wilayah pertanian yang dilanda Topan Bavi dan menyatakan bantuan kerusakan itu lebih kecil dari yang diperkirakan. (CNA/OL-14)

BERITA TERKAIT